-
Klaim bahwa Jokowi marah kepada Purbaya karena menolak menanggung kerugian kereta cepat tidak benar.
-
TurnBackHoax.id menyebut video yang beredar merupakan hasil manipulasi dari potongan pidato lama.
-
Tidak ada bukti atau pernyataan resmi yang menunjukkan Jokowi menegur Purbaya terkait proyek kereta cepat.
SuaraSumsel.id - Sebuah video unggahan yang tengah viral di media sosial mengklaim bahwa Presiden Joko Widodo marah kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa karena menolak menanggung kerugian proyek kereta cepat menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Narasi tersebut dengan cepat menyebar dan mendapat puluhan ribu interaksi di platform Facebook.
Namun hasil pemeriksaan fakta oleh tim TurnBackHoax menyimpulkan bahwa klaim tersebut tidak benar. Tidak ada bukti bahwa Presiden Jokowi secara resmi menegur atau memarahi Purbaya dalam konteks kerugian proyek kereta cepat.
Unggahan video yang bersangkutan ternyata merupakan paduan antara potongan pidato Jokowi tentang kerugian transportasi umum dan konteks proyek kereta cepat yang berbeda—tanpa menyebut nama Purbaya atau tindakan “marah” kepada menteri keuangan.
Dalam pidato asli pada Agustus 2024, Jokowi menyebut bahwa meski transportasi umum seperti MRT, LRT, dan kereta cepat membuat rugi bagi negara, pembangunan tersebut tetap penting karena kerugian akibat kemacetan bisa jauh lebih besar.
Akun Facebook “Naura Antik” pada Minggu (19/10/2025) membagikan video [arsip] mantan Presiden Jokowi menyebut bahwa MRT, LRT, dan kereta cepat membuat kerugian, namun kemacetan bisa menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Dalam video tersebut juga disematkan foto Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya beserta narasi yang tertulis:
“Pak Purbaya Di Skak Jokowi, Terlalu Ikut Campur Urusan kereta Cepat..!!!!! Baru kali ini liat Jokowi marah. Beginilah pernyataan Jokowi atas kerugian kreta cepat yang tak mau hutangnya di tanggung Pak Purbaya, Minggu (19/10/2025).”
Adapun Purbaya sendiri memang menyatakan bahwa APBN tidak layak digunakan untuk menanggung seluruh utang proyek kereta cepat, namun hal itu tidak berhubungan dengan momen yang diklaim dalam video viral tersebut.
Baca Juga: Bank Sumsel Babel Gelar Lelang Serentak Bareng KPKNL Lahat untuk Tata Kelola Aset Transparan
Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Jokowi memarahi Purbaya terkait tanggung kerugian kereta cepat terbukti salah dan masuk kategori hoaks atau “misleading content”. Pembaca diimbau untuk lebih berhati-hati sebelum membagikan konten serupa dan selalu mengecek keaslian serta konteks sumber video atau artikel yang beredar.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Benarkah Xi Jinping Sebut Jokowi Menindas Rakyat Indonesia?
-
Cek Fakta: Klaim Hakim Nyatakan Gibran Melanggar UU dan KUHP Perdata Ternyata Hoaks!
-
Ada Apa dengan Azizah Salsha di Catwalk JFW 2026? Viral, Diserang, Lalu Dibela Publik
-
Viral di Medsos! Isu Luhut Minta Prabowo Ganti Menkeu Purbaya, Benarkah?
-
Cek Fakta: Apa Benar KPK Periksa Puan Maharani Tengah Malam?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pensiunan ASN Kini Tak Perlu Antre Lama, Ini Kemudahan Baru dari Bank Sumsel Babel
-
8 Fakta Terbaru Tragedi Bus ALS di Muratara, Armada Lama Jadi Sorotan
-
Heboh Razia Ilegal Berujung Pergantian Kadishub, Bagaimana dengan Banjir Palembang?
-
Bank Sumsel Babel dan PT Taspen Hadirkan Layanan Pembayaran yang Lebih Terintegrasi
-
Hilirisasi Batu Bara Menjadi DME, Langkah Strategis Memperkuat Ketahanan Energi Nasional