-
Mobil bekas Korea seperti Hyundai dan Kia kini mulai banyak diminati di pasar Indonesia.
-
Dulu diremehkan, kini mobil Korea dicari karena fitur lengkap dan material berkualitas.
-
Harga bekasnya stabil karena layanan purnajual dan ketersediaan suku cadang makin membaik.
SuaraSumsel.id - Beberapa tahun lalu, mendengar orang beli mobil Korea sering memancing cibiran yakni “Ngapain beli Hyundai? Spare part-nya susah!” atau “Mobil Kia tuh boros, nanti susah jual!”. Namun kini, situasi berbalik total. Mobil-mobil asal Korea, baik Hyundai maupun Kia, mulai naik pamor di pasar mobil bekas Indonesia.
Tren ini tidak hanya terjadi di kota besar seperti Jakarta, tapi juga merambah ke kota menengah seperti Palembang, Medan, dan Surabaya.
Unit seperti Hyundai Tucson, Santa Fe, Grand Avega, serta Kia Rio, Picanto, dan Sportage kini justru banyak diburu karena kombinasi harga murah, fitur lengkap, dan kualitas bodi yang solid.
Jika dulu mobil Korea dianggap “bukan pilihan aman,” kini persepsinya berubah. Menurut pedagang mobil bekas Rudi Hartono, Hyundai dan Kia punya nilai yang dulu tidak dipahami pembeli lokal: kualitas perakitan tinggi, fitur melimpah, dan material interior tahan lama.
Sebagai contoh, Hyundai Tucson 2013 kini bisa dibeli di kisaran Rp140–170 juta, padahal dengan harga segitu, pembeli hanya bisa mendapat Honda HR-V generasi lama dengan fitur jauh lebih sederhana.
Hal yang sama juga terjadi pada Kia Rio dan Picanto. Kedua hatchback itu kini kembali diminati karena desainnya timeless dan perawatan makin mudah berkat dukungan bengkel resmi Kia yang mulai aktif lagi di berbagai kota.
Kebangkitan mobil bekas Korea tak lepas dari perubahan strategi pabrikan Hyundai dan Kia. Sejak 2018, keduanya meningkatkan standard global quality pada model-model ekspor, termasuk unit yang masuk ke Indonesia.
Mobil seperti Hyundai Santa Fe dan Kia Sportage dikenal punya bodi kuat dan peredaman kabin yang mirip SUV Eropa. Fitur keselamatannya pun unggul yakni mulai dari 6 airbag, traction control, hill start assist, hingga sistem hiburan modern yang jarang ditemui di mobil Jepang sekelasnya.
“Yang bikin banyak orang kaget, interiornya solid banget. Dashboard-nya lembut, nggak getar-getar meski udah 10 tahun,” ujar Bayu Pratama, pengamat otomotif di Bekasi.
Baca Juga: Uang 100 Juta di Palembang, Mending Beli Mobil Bekas atau Investasi Rumah?
Dengan kata lain, Hyundai dan Kia menawarkan “value for money” yang selama ini diabaikan oleh pembeli Indonesia.
Harga mobil Korea di pasar bekas kini mulai stabil dan bahkan perlahan naik. Jika dulu depresiasi mobil Hyundai bisa mencapai 50% hanya dalam 3 tahun, kini nilainya mulai menguat karena citra merek membaik dan dukungan layanan purnajual meningkat.
Misalnya, Hyundai i20 2014 yang dulu dijual Rp90 jutaan, kini bertahan di kisaran Rp110–120 juta karena banyak dicari anak muda dan pengguna harian. Sementara Kia Carens 2.0 yang dulu dianggap “mobil orang tua” kini justru populer di kalangan keluarga muda karena kabinnya lega dan mesinnya irit.
Selain itu, kehadiran Hyundai sebagai pemain besar di mobil listrik (Ioniq, Kona, dan Creta EV) membuat citra mereknya makin positif di semua segmen, termasuk mobil bekas.
Salah satu alasan utama banyak orang dulu menghindari mobil Korea adalah kekhawatiran soal suku cadang. Namun, kini situasi jauh berbeda. Jaringan resmi Hyundai dan Kia semakin luas, dan banyak bengkel independen sudah menyediakan spare part OEM dan aftermarket dengan harga bersaing.
Perawatan mobil Korea pun cenderung ringan karena mesinnya sederhana dan awet, terutama untuk varian 1.4L hingga 2.0L.
Tag
Berita Terkait
-
Uang 100 Juta di Palembang, Mending Beli Mobil Bekas atau Investasi Rumah?
-
Mau Tahu Kenapa Mobil Listrik Lebih Murah Dirawat? Ini Hitungan Nyatanya
-
Selisih Biayanya Bikin Kaget! Ini Perbandingan Mobil Listrik Bekas vs Mobil Bensin di 2025
-
Harga Bekas Wuling Air EV Ternyata Stabil di 2025, Masih Layak Dibeli?
-
Dulu Mobil Mewah, Kini Rp200 Jutaan: Nasib Civic, Altis, dan Camry di Pasar Bekas 2025
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Bagikan THR Lebaran Lebih Mudah, BRI Catat 45,9 Juta Pengguna BRImo Aktif Gunakan Layanan Digital
-
Hindari Macet! Ini Panduan Transportasi & Parkir ke Masjid Agung Palembang Saat Salat Id
-
Bersama BRI Sambut Lebaran 2026: BRImo Hadirkan Lebih Dari 100 Fitur untuk Transaksi Praktis
-
7 Sunnah Salat Idulfitri: Amalan Sebelum dan Sesudah yang Dianjurkan Lengkap dengan Penjelasannya
-
Baru Habis Makan Ketupat Langsung Ngantuk? Jangan Rebahan, Ini Cara Cepat Hilangkan Food Coma