-
Biaya servis mobil listrik per tahun jauh lebih murah dibanding mobil bensin.
-
Pengeluaran energi mobil listrik bisa hemat hingga sepuluh kali lipat dari mobil bensin.
-
Total biaya lima tahun mobil listrik hanya sekitar Rp8 juta tanpa ganti baterai.
SuaraSumsel.id - Tren mobil listrik di Indonesia terus meningkat, dan kini pasar mobil bekasnya pun mulai ramai.
Namun, muncul pertanyaan menarik di kalangan calon pembeli: lebih murah mana, memelihara mobil listrik bekas atau mobil bensin biasa?
Di tengah naik-turunnya harga bahan bakar dan semakin banyaknya SPKLU (stasiun pengisian kendaraan listrik umum), perbandingan ini jadi penting — terutama bagi mereka yang sedang menimbang beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Biaya Servis Rutin: Mobil Listrik Jauh Lebih Sederhana
Dari sisi perawatan rutin, mobil listrik unggul telak dalam hal efisiensi biaya.
Tidak ada oli mesin, filter oli, atau sistem pembakaran yang perlu dibersihkan secara berkala.
Sebagai gambaran:
Biaya servis rutin mobil listrik (seperti Wuling Air EV atau Hyundai Ioniq) hanya sekitar Rp300.000–600.000 per tahun.
Sementara mobil bensin seperti Avanza atau HR-V butuh Rp2–4 juta per tahun, tergantung usia dan kondisi mesin. Selain itu, mobil listrik jarang mengalami masalah teknis besar karena sistemnya sederhana dan tidak banyak part bergerak.
Biaya Energi: Listrik vs Bensin
Inilah bagian yang paling terasa bagi pemilik kendaraan harian.
Untuk mobil listrik, biaya “ngisi daya” per kilometer jauh lebih rendah dibanding bensin.
Baca Juga: Selisih Biayanya Bikin Kaget! Ini Perbandingan Mobil Listrik Bekas vs Mobil Bensin di 2025
Sebagai contoh:
Wuling Air EV Long Range menempuh 300 km per isi daya penuh, dengan biaya listrik sekitar Rp25.000.
Sementara mobil bensin irit seperti Honda Brio butuh sekitar Rp250.000 untuk jarak yang sama (dengan harga BBM Rp10.000/liter).
Dengan perbandingan ini, pengguna mobil listrik bisa menghemat hingga Rp200.000–300.000 per minggu jika digunakan untuk aktivitas harian di kota besar.
Biaya Tersembunyi: Baterai Mobil Listrik Jadi “PR” Utama
Namun, mobil listrik juga punya sisi mahalnya sendiri — yaitu baterai.
Baterai merupakan komponen paling krusial sekaligus paling mahal dalam mobil listrik, dengan harga bisa mencapai 30–40% dari total harga kendaraan.
Untuk model seperti Wuling Air EV, biaya penggantian baterai penuh bisa mencapai Rp70–90 juta.
Meski begitu, garansi pabrikan yang mencapai 8 tahun atau 120.000 km membuat risiko ini relatif kecil untuk pembeli mobil bekas usia muda (1–3 tahun).
Tag
Berita Terkait
-
Selisih Biayanya Bikin Kaget! Ini Perbandingan Mobil Listrik Bekas vs Mobil Bensin di 2025
-
Harga Bekas Wuling Air EV Ternyata Stabil di 2025, Masih Layak Dibeli?
-
Dulu Mobil Mewah, Kini Rp200 Jutaan: Nasib Civic, Altis, dan Camry di Pasar Bekas 2025
-
Mau Mobil Cepat Terjual? Ini Warna yang Paling Diminati di Pasar Bekas 2025
-
Mobil Serbaguna Bekas di Bawah Rp130 Juta! Pilih Suzuki APV, Luxio, atau Nissan Evalia?
Terpopuler
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
- Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik
Pilihan
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Hari Ini Berdampak ke Penerbangan, 4 Pesawat Sempat Tertahan
-
Udara Palembang Hari Ini Berbahaya, PM2.5 Sempat Tembus 681,6 g/m
-
Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat
-
Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?
-
Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim