-
Menteri ESDM Bahlil menyatakan bahwa izin operasi untuk sumur minyak rakyat akan diberikan paling lambat November 2025.
-
Pengelolaan sumur rakyat yang dilegalisasi akan dilakukan melalui BUMD, koperasi, dan UMKM agar masyarakat bisa bekerja tanpa takut melanggar aturan.
-
Produksi minyak dari sumur rakyat akan dibeli dengan harga 80 persen dari ICP dan menjadi bagian dari kontribusi daerah serta produksi nasional.
SuaraSumsel.id - Pemerintah menegaskan bahwa pengelolaan sumur minyak rakyat akan segera memasuki babak baru. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan izin operasi untuk sumur rakyat akan terbit paling lambat November 2025.
Langkah ini menjadi kabar bersejarah bagi ribuan penambang rakyat yang selama ini menggantungkan hidup dari ladang minyak tradisional namun tanpa kepastian hukum.
Selama ini, sumur minyak rakyat beroperasi secara mandiri di berbagai daerah, seperti Musi Banyuasin, Bojonegoro, dan Tanjung Jabung Timur.
Meski menjadi sumber penghidupan banyak keluarga, aktivitas tersebut kerap dicap ilegal karena tidak memiliki izin eksplorasi dan distribusi resmi.
Kini, dengan penerbitan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025, masyarakat akhirnya mendapatkan landasan hukum untuk mengelola sumber daya alam secara sah.
“Pemerintah tidak menutup mata terhadap aktivitas rakyat. Kita ingin semua berjalan legal, aman, dan bermanfaat bagi ekonomi daerah,” ujar Bahlil Lahadalia di Jakarta, Kamis (17/10/2025).
Dikelola Lewat Koperasi dan BUMD
Bahlil menegaskan bahwa sumur rakyat tidak akan lagi dikelola secara perorangan. Pemerintah mengatur agar seluruh aktivitas dilakukan melalui BUMD, koperasi, atau UMKM energi.
Skema ini diharapkan membuat kegiatan produksi lebih terorganisasi dan memenuhi standar keselamatan kerja serta perlindungan lingkungan.
Baca Juga: Dulu Dikejar, Sekarang Diakui! Legalisasi Sumur Minyak Rakyat Ubah Nasib Warga Musi Banyuasin
“Rakyat bisa bekerja tanpa rasa takut. Tapi harus melalui kelembagaan yang tertib, seperti koperasi atau BUMD. Pemerintah akan bantu pelatihan dan pendampingannya,” tegas Bahlil.
Kementerian ESDM juga menyiapkan mekanisme khusus agar daerah penghasil minyak rakyat dapat memperoleh porsi penerimaan yang adil, baik dalam bentuk retribusi daerah maupun bagi hasil produksi.
Dalam sistem baru ini, hasil produksi minyak rakyat akan dibeli dengan harga 80 persen dari Indonesian Crude Price (ICP) — harga patokan resmi minyak mentah Indonesia.
Dengan begitu, masyarakat tidak perlu lagi menjual hasil minyak ke jalur tidak resmi atau tengkulak yang merugikan.
“Sekarang semua sudah satu pintu. Produksi rakyat akan dihitung sebagai bagian dari produksi nasional,” jelas Bahlil.
Langkah ini diyakini akan meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dari tingkat daerah.
Tag
Berita Terkait
-
Dulu Dikejar, Sekarang Diakui! Legalisasi Sumur Minyak Rakyat Ubah Nasib Warga Musi Banyuasin
-
Prabowo Datang ke Bangka, Ratusan Penambang Kepung Kantor PT Timah: Ini Soal Perut!
-
6 Sumur Minyak Terbakar di Lahan PT Hindoli, Korban Luka, Siapa Biangnya?
-
Puluhan Ribu Sumur Minyak Rakyat di Sumsel Bakal Legal, Daerah Dapat Berapa? Ini Bocorannya
-
Mulai 1 Agustus, Minyak dari Sumur Rakyat Boleh Dijual ke Pertamina, Cuan Besar Menanti?
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan
-
Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus
-
Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula
-
Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional