SuaraSumsel.id - Kepulan asap pekat dan kobaran api menyapu kawasan Pintu Air 7, tepatnya di Cobra 1 Blok I28, Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada Rabu (30/7/2025) pagi.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 08.20 WIB itu melanda wilayah Hak Guna Usaha (HGU) PT Hindoli Estate dan diduga kuat bersumber dari aktivitas sumur minyak ilegal.
Dugaan itu diperkuat oleh kesaksian sejumlah warga dan pekerja sekitar lokasi yang menyebut bahwa titik api berasal dari salah satu sumur minyak ilegal milik seorang warga berinisial DN, asal Desa Sri Gunung, Kecamatan Sungai Lilin.
DN disebut bekerja sama dengan seorang warga lain berinisial HJ, asal Kelurahan Babat Toman.
Api Menjalar Cepat, Enam Sumur Terbakar
Kebakaran besar ini tak hanya menghancurkan satu sumur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, total enam sumur minyak terbakar dalam insiden tersebut, yakni dua sumur milik E, satu milik R, dua sumur tidak beroperasi, dan satu sumur lainnya diklaim milik DN.
“Saat saya tiba, api sudah membubung tinggi. Orang-orang di lokasi bilang itu sumur punya DN yang kerja sama dengan HJ,” ungkap seorang warga berinisial B yang enggan disebut namanya secara lengkap.
Selain kerusakan materil, insiden ini juga menyebabkan satu orang pekerja mengalami luka bakar dan harus dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Baca Juga: Libur Sekolah Bikin Harga Ayam Melejit, Begini Cara Sumsel Kendalikan Inflasi
Pemilik Sumur Dituding, Tapi Menolak Disalahkan
Salah satu nama yang disebut-sebut bertanggung jawab, DN, justru menolak jika disebut sebagai satu-satunya pihak yang harus bertanggung jawab atas kebakaran ini.
Saat dipanggil oleh petugas Polsek Keluang, DN mengaku bahwa sumur tersebut memang miliknya, namun bukan satu-satunya yang terbakar.
Menurut sumber yang dekat dengan pemeriksaan, DN mengklaim sumur tersebut merupakan usaha patungan, dan ia hanya ditunjuk sebagai pengurus lapangan.
Sikap aparat penegak hukum pun menjadi sorotan. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat kepada Kanit Reskrim Polsek Keluang, Ipda Arsan, hingga berita ini diturunkan tidak ada tanggapan, meskipun pesan sudah terbaca sejak Minggu (3/8/2025).
Tidak adanya respons dari pihak kepolisian ini menambah daftar panjang tanda tanya mengenai penegakan hukum terhadap aktivitas sumur minyak yang berisiko tinggi terhadap keselamatan, lingkungan, dan ketertiban masyarakat.
Tag
Berita Terkait
-
Libur Sekolah Bikin Harga Ayam Melejit, Begini Cara Sumsel Kendalikan Inflasi
-
Galeri Tuan Kentang Diserbu Istri Pejabat! Wastra Sumsel Didorong Tembus Pasar Internasional
-
Selvi Gibran Borong Songket di Palembang, Produk UMKM Sumsel Langsung Ludes
-
Sumsel Tuan Rumah Pornas Korpri 2025, ASN dari Seluruh Indonesia Datang
-
Kelas Jurnalisme AJI Palembang Kupas Cara Sebar Liputan Energi Bersih di Medsos
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan
-
UIN Raden Fatah Gandeng Alunjiva dan Kedutaan Inggris Gelar Workshop AI for Journalism
-
Kebakaran Pabrik OKI Pulp & Paper Berlangsung 4 Jam, Ratusan Karyawan Berhamburan, Ini Faktanya
-
Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt
-
Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas