Fenomena ini memicu beragam reaksi, mulai dari pemburu investasi yang melihat peluang cuan besar, hingga calon pengantin atau pembeli perhiasan yang mulai berpikir ulang.
Tak sedikit pula masyarakat yang penasaran, apakah lonjakan ini akan terus berlanjut atau justru menjadi awal dari koreksi besar?
Kenaikan harga emas di Palembang tak hanya terjadi di satu dua toko, tetapi merata di berbagai pusat penjualan perhiasan.
Di Toko Emas Anda, misalnya, harga emas yang semula dibanderol Rp10 juta per suku pada 10 April 2025, melonjak hingga Rp10,5 juta hanya dua hari kemudian, tepatnya pada 12 April.
Tak berhenti di situ, pada 13 April, harga kembali terkerek naik hingga menyentuh Rp10,8 juta per suku.
Tren ini memicu spekulasi bahwa pada 14 April, harga emas di Palembang berpotensi menembus angka psikologis Rp11 juta per suku.
Fenomena serupa juga terjadi pada emas batangan Logam Mulia di Galeri 24 Pegadaian Palembang.
Meski harga emas perhiasan terus merangkak naik hingga menembus angka fantastis, emas tetap menjadi primadona di mata masyarakat.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang, Edi Subeno, menegaskan bahwa lonjakan harga tidak serta-merta mematahkan minat masyarakat terhadap logam mulia tersebut.
Baca Juga: Revitalisasi Gagal, Korupsi Pasar Cinde Disidik: Pedagang Terlantar Bertahun-tahun
Menurutnya, emas justru menjadi pilihan investasi yang semakin diminati di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.
“Berapapun harga emas, meskipun berubah-ubah setiap hari, permintaan tetap berjalan dan stabil,” ujarnya.
Edi menjelaskan bahwa karakteristik emas yang mudah dicairkan, tahan terhadap inflasi, dan relatif aman dalam jangka panjang membuatnya tetap jadi andalan, baik untuk kalangan menengah ke atas maupun masyarakat umum.
Ia juga menyoroti bahwa tren kenaikan harga emas justru sering dimanfaatkan sebagian masyarakat sebagai momentum investasi, bukan hambatan.
Bagi banyak orang, membeli emas bukan hanya soal gaya hidup atau kebutuhan sesaat, tapi bagian dari strategi finansial jangka panjang yang diwariskan secara turun-temurun.
Fenomena ini mencerminkan kepercayaan yang kuat terhadap nilai intrinsik emas—bahwa di tengah fluktuasi harga dan gejolak pasar, emas selalu berhasil membuktikan diri sebagai aset yang tak pernah kehilangan kilaunya.
Berita Terkait
-
Revitalisasi Gagal, Korupsi Pasar Cinde Disidik: Pedagang Terlantar Bertahun-tahun
-
Sindir Willie Salim? Dulmuluk Palembang Usung Kisah Rendang Hilang
-
Berita Gembira! TPP PPPK Palembang Cair Bersamaan Pelantikan ASN!
-
Skandal PLTU: Eks GM PLN Sumbagsel Divonis, Kerugian Negara Puluhan Miliar
-
Penggeledahan Kantor Wali Kota Palembang, Benang Kusut Korupsi Pasar Cinde Mulai Terurai?
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan
-
Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus
-
Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula
-
Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional