Tasmalinda
Selasa, 10 Maret 2026 | 16:49 WIB
Makan Bergizi Gratis (menpan.go.id)
Baca 10 detik
  • Program Makan Bergizi Gratis telah berjalan enam bulan di SD Negeri 152 Palembang, membantu 69 siswa dan 12 staf.
  • Program ini meringankan beban orang tua petani dan nelayan karena tidak perlu lagi menyiapkan bekal harian.
  • Distribusi makanan menghadapi tantangan logistik menyeberangi Sungai Musi, namun semangat belajar siswa meningkat.

SuaraSumsel.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa manfaat nyata bagi siswa-siswi di SD Negeri 152 Palembang. Sekolah yang hanya bisa dijangkau dengan menyeberangi Sungai Musi ini mayoritas siswanya berasal dari keluarga petani dan nelayan. Kehadiran program MBG dinilai sangat membantu pemenuhan gizi anak-anak sekaligus meringankan beban orang tua.

Kepala SD Negeri 152 Palembang, Hadhori, mengatakan program MBG telah berjalan sekitar enam bulan di sekolahnya dan memberikan dampak positif bagi para siswa maupun tenaga pendidik.

“Penerima manfaat dari MBG ini ada 69 siswa, serta guru dan tenaga kependidikan ada 12 orang. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, kepada Bapak Presiden. Dengan kehadiran MBG sangat membantu bagi anak-anak, terutama siswa dan guru,” ujarnya saat ditemui di sekolahnya beberapa waktu lalu.

Menurut Hadhori, kondisi ekonomi masyarakat di sekitar sekolah sebagian besar bergantung pada sektor pertanian dan perikanan. Karena itu, program MBG sangat membantu keluarga siswa yang sebelumnya harus menyiapkan bekal setiap hari untuk anak-anak mereka.

“Dengan adanya program ini, orang tua tidak perlu lagi menyiapkan bekal untuk anak-anak mereka,” jelasnya.

Ia juga melihat adanya perubahan pada semangat dan keaktifan siswa sejak program MBG berjalan. Anak-anak menjadi lebih antusias datang ke sekolah karena mendapatkan makanan bergizi.

“Setelah ada MBG ini, jarang ada yang tidak sekolah,” katanya.

Secara umum, pihak sekolah menilai menu MBG yang diberikan kepada siswa sudah layak dan mampu memenuhi kebutuhan gizi anak. Termasuk menu kering yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gandus.

“Kalau menurut kami selaku guru sudah cukup layak untuk memenuhi gizi anak-anak tersebut. Memang kadang ada anak yang tidak suka menu tertentu, misalnya jagung rebus, tapi itu lebih karena selera anak-anak saja,” jelasnya.

Baca Juga: Kolaborasi Bank Sumsel Babel dan Kementerian Perumahan Dorong Rumah Layak Huni bagi Warga Sumsel

Distribusi MBG ke SD Negeri 152 Palembang juga memiliki tantangan tersendiri. Sekolah ini tidak dapat diakses langsung melalui jalur darat. Makanan dari SPPG Gandus terlebih dahulu diangkut menggunakan mobil menuju dermaga sekitar 20 menit. Selanjutnya, makanan dibawa menyeberangi Sungai Musi menggunakan perahu selama sekitar 30 menit sebelum sampai ke sekolah.

Meski menghadapi kendala akses, program MBG tetap dapat menjangkau para siswa di wilayah tersebut. Hadhori pun berharap program ini dapat terus berlanjut karena manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh siswa dan masyarakat sekitar.

“Harapan kami mewakili guru-guru dan anak-anak supaya kegiatan MBG ini terus berlanjut. Kepada Bapak Presiden, kami harapkan jangan gentar dengan kritikan dari berbagai pihak, karena kami merasakan sekali kehadiran MBG ini sangat membantu bagi anak-anak ke depannya,” tutupnya.

Load More