SuaraSumsel.id - Pengusaha Sumatera Selatan, Haji Halim Ali atau dikenal Haji Alim yang ditahan di Rutan Pakjo Palembang dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan tol dikabarkan menolak menjalani pemeriksaan penyidik.
Sikapnya tersebut dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang disebut semakin menurun sejak penahanannya.
Kuasa hukum Lisa Merida mengatakan kliennya mengalami komplikasi penyakit serius dan tidak memungkinkan untuk diperiksa dalam keadaan seperti tersebut.
“Kami sudah sampaikan bahwa Pak Haji dalam kondisi sakit berat, tapi tetap dilakukan penahanan. Sekarang beliau semakin melemah dan belum mendapatkan perawatan medis yang memadai,” ujar Lisa Rabu (12/3/2025).
Lisa menegaskan bahwa Haji Halim butuh perawatan intensif, termasuk kebutuhan oksigen yang tidak dapat dipenuhi dalam rutan.
“Beliau butuh 26 tabung oksigen setiap hari, sementara di dalam rutan hanya tersedia dua tabung. Kondisi seperti ini tentu mengkhawatirkan, dan jika dipaksakan menjalani pemeriksaan, justru bisa membahayakan nyawanya,” tambahnya.
Pihak penyidik Kejaksaan Negeri Muba tetap berupaya melanjutkan pemeriksaan terhadap tersangka namun hingga kini, Haji Halim masih menolak memberikan keterangan dengan alasan kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan.
Di sisi lain, keluarga dan pendukung Haji Halim mulai menyuarakan keprihatinan mereka atas kondisi sang pengusaha.
Mereka meminta agar ada kejelasan terkait pengajuan pembantaran demi memastikan Haji Halim mendapatkan perawatan yang layak.
“Kami hanya berharap ada rasa kemanusiaan dalam penegakan hukum ini. Beliau sakit, mohon dipertimbangkan untuk diberikan perawatan yang memadai,” ujar seorang anggota keluarga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, permohonan pembantaran Haji Halim masih dalam proses kajian pihak Kejaksaan. Sementara itu, kondisi kesehatannya terus dipantau oleh tim medis Rutan Pakjo.
Modus Haji Halim Disangkakan
Nama Haji Halim Ali, pengusaha tersohor yang dijuluki Crazy Rich Sumsel, kini menjadi perhatian publik, akibat kasus dugaan korupsi. Direktur PT Sentosa Mulia Bahagia resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga mengklaim lahan hutan negara seluas 34 hektar sebagai miliknya agar mendapatkan uang ganti rugi proyek jalan tol Palembang-Jambi.
Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Musi Banyuasin dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan menemukan bukti kuat bahwa Haji Halim Ali memalsukan dokumen kepemilikan tanah untuk mendapatkan pembayaran dari negara dalam proyek strategis nasional tersebut.
Dalam penyelidikan, terungkap bahwa lahan yang diklaim oleh Haji Halim sebenarnya merupakan kawasan hutan negara yang tidak bisa dimiliki secara pribadi. Namun, melalui berbagai cara, tersangka diduga memalsukan dokumen administratif untuk mengubah status lahan tersebut menjadi miliknya secara ilegal.
Tag
Berita Terkait
-
Drama Penahanan Pengusaha Terkaya Sumsel: Kuasa Hukum Sebut Haji Halim Butuh 26 Tabung Oksigen Sehari
-
Terancam 20 Tahun Penjara! Haji Halim, Crazy Rich Sumsel Dijerat Korupsi Tol
-
5 Fakta Haji Halim Ali: Crazy Rich Sumsel, Tajir Melintir tapi Terjerat Korupsi Lahan Tol
-
Sudah Crazy Rich, Mengapa Haji Halim Ali Terjerat Korupsi Demi Uang Ganti Rugi Tol?
-
Dari Bisnis Besar hingga Skandal Lahan Tol, Ini Fakta Mengejutkan Haji Halim Ali
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Tapi 870 Ribu Warga Masih Hidup di Bawah Garis Miskin
-
BPS: Pengangguran Sumsel Naik Jadi 3,60 Persen, Pertanian Tetap Serap Terbanyak
-
Shandy Hermanto, Kades yang Bangun Kantor Desa Megah Kini Jadi Tersangka Bus ALS
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain