- Polda Jambi belum memulai proses hukum kasus kematian dr. Myta Aprilia Azmy karena belum menerima laporan resmi.
- Kementerian Kesehatan RI saat ini sedang melakukan audit menyeluruh terhadap beban kerja dan sistem program internship korban.
- Kepolisian akan menentukan langkah hukum lebih lanjut setelah hasil investigasi resmi dari pihak Kemenkes telah diterbitkan.
SuaraSumsel.id - Penanganan kasus meninggalnya dokter muda Myta Aprilia Azmy hingga kini belum memasuki tahap hukum. Kepolisian Daerah Jambi masih menunggu hasil investigasi dari Kementerian Kesehatan RI sebelum menentukan langkah lebih lanjut.
Kepala Bidang Humas Polda Jambi, Erlan Munaji, mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut. “Namun, kami pastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan kasus ini,” ujarnya.
Menurut Erlan, hingga saat ini belum ada laporan yang masuk baik dari keluarga maupun pihak rumah sakit. Kondisi tersebut membuat kepolisian belum bisa memproses kasus ini ke tahap penyelidikan lebih lanjut.
Meski demikian, polisi memastikan tetap mengikuti perkembangan dan membuka kemungkinan langkah hukum jika nantinya ditemukan unsur pidana.
Saat ini, fokus penanganan berada di tangan tim investigasi yang dibentuk oleh Kemenkes.
Tim tersebut diturunkan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap sistem kerja dan kondisi yang dialami almarhumah selama menjalani masa internship.
Pemeriksaan mencakup berbagai aspek, mulai dari jadwal dinas, beban kerja, sistem pembinaan, hingga kondisi kesehatan sebelum meninggal.
“Hasil investigasi tim Kemenkes akan menjadi dasar kami untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Jika ditemukan unsur pidana, tentu akan kami proses,” kata Erlan.
Seperti diketahui, kasus ini mencuat setelah muncul dugaan bahwa dr Myta mengalami kelelahan ekstrem sebelum meninggal dunia.
Baca Juga: Unsri Buka Suara soal Kasus Dokter Myta, Beban Kerja Internship Bukan Kewenangan Kampus
Isu dugaan beban kerja berlebih dalam program internship pun menjadi sorotan luas, tidak hanya dari masyarakat tetapi juga organisasi profesi dan institusi pendidikan.
Di tengah derasnya opini publik, kepolisian mengimbau semua pihak untuk tidak berspekulasi. Masyarakat diminta menunggu hasil investigasi resmi agar tidak menimbulkan informasi yang simpang siur.
“Kami memahami duka keluarga dan keprihatinan publik. Untuk saat ini kami menunggu hasil investigasi,” ujar Erlan.
Dengan belum adanya hasil investigasi, status hukum kasus ini masih menggantung. Publik kini menanti apakah hasil audit akan mengarah pada pelanggaran administratif, etik, atau bahkan pidana.
Tag
Berita Terkait
-
Unsri Buka Suara soal Kasus Dokter Myta, Beban Kerja Internship Bukan Kewenangan Kampus
-
Dokter Dipaksa Kerja Saat Sakit? Kasus Myta Jadi Alarm Serius, IDI Sumsel Buka Suara
-
Kasus Dokter Myta Diselidiki Tim Terpadu, Siapa Bertanggung Jawab Jika Dugaan Overwork Terbukti?
-
'Sudah Hampir Jadi Dokter', Myta Meninggal Diduga 3 Bulan Dipaksa Kerja Tanpa Libur di RSUD
-
Isak Tangis Pecah di Pemakaman Myta, Dokter Muda Diduga 3 Bulan Tanpa Libur di RSUD KH Daud Arif
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Kasus Dokter Myta, Polisi Tunggu Hasil Investigasi Kemenkes untuk Tentukan Langkah Hukum
-
Benarkah 5 Pegawai Dishub Palembang Dipecat Usai Ribut Razia Ilegal? Ratu Dewa Buka Suara
-
Harga BBM di Palembang Tembus Rp24 Ribu per Liter, Pertamax Turbo hingga Dexlite Naik
-
4 Tahun Dibohongi, Dokter di Palembang Baru Tahu Suaminya Punya 2 Identitas, Aset Rp1 Miliar Raib
-
Dari Juara Jadi Juru Kunci: Sriwijaya FC Terpuruk ke Liga 3, Sumsel United Justru Melaju