SuaraSumsel.id - Kabar duka datang dari pekerja seni, budayawan sekaligus jurnalis di Palembang, Sumatera Selatan. Sosok Connie Sema berpulang, Kamis (7/9/2022) pukul 17.00 WIB, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit. Berpulangnya mantan jurnalis, budayawan sekaligus pekerja seni yang mengempu Teater Potlot (bersama seniman Taufik Wijaya) meninggalkan duka dan kisah yang mendalam bagi sesama seniman.
Di unggahan media sosialnya, Connie Sema sempat mengabarkan tengah menjalani pemulihan di rumah sakit setelah menjalani operasi.
Sosok Conie Sema dikenal sebagai jurnalis yang memulai karir di media cetak di Sumatera Selatan (Sumsel), bergabung di Sumatera Express, Group JPNN di tahun 1980 an. Selain itu juga pernah bergabung dalam kurun waktu cukup lama di harian Lampung Post, Lampung.
Tergabung di jurnalis angkatan tahun 1970 an, 1980 an dan 1990 an, Conie Sema pun dikenal dengan banyak karya sastra. Tak hanya di media cetak, Conie pun mengembangkan kemampuan menjadi koresponden televisi group MNC, RCTI dengan peliputan Sumatera bagian Selatan. Karir di dunia jurnalis televisi pun makin meluas dengan pernah menjadi wartawan SCTV di wilayah Lampung.
Beberapa tahun terakhir, Conie Sema fokus dalam berbagai pertunjukan teater Potlot yang tidak hanya tampil di Sumsel, Lampung namun juga sampai ke Padang, Jambi dan wilayah Sumatera lainnya.
Penerima penghargaan Gubernur Herman Deru ini, profuktif dengan karya sastra seperti puisi, esai hingga naskah-naskah teater. Sejumlah penghargaan pun diperoleh dari sejumlah karya sastra yang dihasilkan. Diantara sejumlah karya sastra tersebut, ada tulisan berbuku berjudul Perahu (2018, yang dibuat 2009).
Meski dalam kondisi sakit, Conie bersama dengan sahabatnya, Taufik Wijaya tengah mempersiapkan pertemuan teater se-Sumatera yang telah memasuki tahun kedua pelaksanaannya.
Connie Sema yang lahir Palembang 24 April 1965, meninggalkan seorang istri, Bisri Merduani, dan tiga orang anak, yakni Sema Milenia, Sema Giga Ramadan, dan Sema Epik Revolika.
Sejumlah karya yang terbukukan Antologi Rainy Day: A Skyful of Rain (2018), Salah satu naskah dramanya, Rawa Gambut mendapat Anugerah Rawayan Award 2017 oleh Dewan Kesenian Jakarta. Perahu, adalah novel pertama (2009, cetak ulang 2018), Selasa di Pekuburan Ma’la (2019), When The Days Were Raining – Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival (2019).
Baca Juga: 'Demam' Ferdy Sambo, Orangtua di Sumsel Ini Beri Anaknya Nama Perdi Sambo
Selamat jalan Om Connie.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Memiliki Izin Edar, Ribuan Botol Wine Dan Happy Soju Milik PT. PSP di Palembang Diamankan
-
Vonis Mantan Gubernur Alex Noerdin Dipotong Jadi 9 Tahun, Banding Diterima Pengadilan Tinggi
-
Demo Menolak BBM Naik di Palembang Dibubarkan Paksa: Mahasiswa Dipukul, Disemprot Gas Air Mata Dan Ditangkap
-
Sesalkan Kasus Tewasnya Santri, MUI Berharap Pimpinan Ponpes Gontor Bisa Selesaikan Kasus dengan Keluarga
-
Semakin Sore: Gelombang Demo Mahasiswa, Buruh, Sopir Ojol Menolak BBM Naik di Palembang Kian Memanas
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
18.000 Liter Minyakita Oplosan Disita di Bengkulu, Pakai Minyak Curah dan Kemasan Diubah
-
Sosok Pria di Balik Identitas Ganda yang Diduga Tipu Dokter di Palembang, Terbongkar Usai Lebaran
-
Gandus Geger, Siswi SD Ditemukan Trauma, Diduga Korban Kekerasan Seksual Driver Ojol
-
Dituntut 12 Tahun, Eks Dirjen Perkeretaapian Divonis 8,5 Tahun di Kasus LRT Palembang
-
Rakor Dipimpin Gubernur Herman Deru, Benarkah Banjir Palembang Segera Teratasi?