SuaraSumsel.id - Pandemi Covid -19 menghantam seluruh sektor termasuk sektor ekonomi. Semua usaha mulai dari usaha besar sampai usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta ikut menjadi korban Covid-19.
Seperti bisnis kerajinan tangan Kapita Craft dihantam pandemi Covid-19 sama seperti UMKM lainnya di Tanah Air.
Kondisi ini sangat buruk bagi Sonia pemilik Kapita Craft. Pasalnya Kapita Craft yang memproduksi baby set dan seprei, saat dilanda pandemi Covid-19 hampir gulung tikar karena terjadinya penurunan pemesananan.
Padahal menurut Sonia, ia baru menjalani usahannya lebih kurang dua tahun. Selain itu usaha yang ia jalani merupakan hobinya sehingga ia memutuskan untuk resign dari pekerjaannya yang sudah ia geluti selama 10 tahun lebih.
Dengan bermodalkan tekad yang kuat dan dorongan dari keluarga tercinta, Sonia pun membangun usaha Kapita Craft yang ia pasarkan melalui online.
Usaha kerajinan tangan ini pun dimulai dari rumahnya sendiri yang berada di Jalan WR Supratman Kecamatan Sukarami Palembang.
Tak banyak karyawan hanya tiga orang dan itu pun tetangganya yang bekerja membantunya. Sebelum Pandemi usaha baby set dan seprei hasil kerajinan tangannya sangat banyak pemesanan hingga puluhan set setiap hari. Pundi - pundi rupiah pun membanjiri ibu tiga orang anak ini.
Namun, tidak ada yang menyangka ketika pandemi Covid-19 melanda orderan pun sepi. Ia pun bersusah hati bagaimana agar mesin jahit miliknya tetap beroperasi meski Covid-19, tiga karyawannya yang membantu usahanya tetap bisa bekerja agar tidak kehilangan sumber mata pencarian.
"Kala itu saya sangat gundah. Dan saya selalu berdoa agar diberikan jalan dan kemudahan untuk menjalani usaha yang sudah saya impikan sejak lama ini yang berasal dari hobi saya sejak kecil,"ujar Sonia.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumsel Senin 31 Januari 2022, Waspada Hujan Petir
Sambil terus berfikir, ia pun mendapatkan ide setelah membaca berita bahwa pemerintah membolehkan penggunaan masker kain untuk pelampis masker medis agar terhindar dari virus Covid-19 .
" Saya pun mulai berinovasi dengan membuat masker kain bahkan membuat masker kain dari kain jumputan asal Palembang," ungkapnya.
Dikatakan Sonia, tak butuh modal besar asal ada tekad dan kemauan yang kuat untuk selalu belajar serta berkarya. Maka akan ada jalan untuk kita.
" Alhamdullilah masker kain ini diterima dipasaran. Meskipun sedang pandemi sedang sangat parah - parahnya. Masker dari Kapita Craft sangat laku di pasaran," ungkapnya.
Inovasi Kapita Craft ini muncul saat pandemi dan diterima secara luas tentu karena dukungan pendistribusian produk yang handal dan terjangkau.
Selain itu saat banjir orderan ia bisa membuka lapangan pekerjaan dimana sebelumnya tiga orang bisa sampai 10 orang, sehingga yang dipekerjakan adalah tetangganya sendiri.
Tag
Berita Terkait
-
Wakil Presiden Ma'ruf Amin: Saya Lihat Ada Kemauan Keras di Sulawesi Selatan
-
Pameran Produk UMKM di Kantor Gubernur Sulsel Sambut Kedatangan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin
-
Dampak Pandemi Covid-19, Angka Pernikahan di Lahat Menurun
-
Menggantang Asa Menuai Untung, Kesaksian Para Disabilitas tentang Layanan JNE
-
Kabur Usai Bunuh Teman Main Judi, Pria Asal Palembang Ini Tak Tenang karena Teringat Sang Ibu
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI
-
Konflik Agraria Muba Memanas, 3 Petani Jadi Tersangka Usai Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
BRI Nilai Saham BBRI Masih Undervalued, Buyback Rp500 Miliar Diluncurkan
-
Sawit dan Karet Kuasai 2,8 Juta Hektare, Mengapa PAD Sumsel Belum Maksimal?
-
BPK Sumsel Terseret Kasus Suap, Ini Temuan Audit Muara Enim yang Jadi Sorotan KPK