- Seorang murid menemukan bungkusan mencurigakan diduga sabu di dalam sepatunya di sekolah Kabupaten Bangka Barat.
- Pihak sekolah segera mengamankan temuan tersebut dan melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
- Polisi masih mendalami kasus ini guna memastikan jenis barang serta menyelidiki asal-usul paket dalam sepatu murid.
SuaraSumsel.id - Aktivitas belajar di sebuah sekolah di Kabupaten Bangka Barat mendadak diwarnai kepanikan setelah seorang murid mengeluhkan sepatunya terasa mengganjal saat digunakan.
Awalnya, keluhan tersebut dianggap sebagai hal biasa. Namun ketika sepatu diperiksa lebih lanjut, ditemukan sebuah bungkusan mencurigakan yang diduga berisi narkotika jenis sabu. Penemuan itu langsung membuat guru dan warga sekitar geger.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, murid tersebut merasa tidak nyaman karena ada benda keras di dalam sepatunya. Setelah dibuka, ditemukan paket kecil yang bentuknya tidak seperti bagian dari alas kaki.
Pihak sekolah kemudian segera mengamankan barang tersebut dan melaporkannya kepada aparat kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Petugas yang datang ke lokasi langsung mengamankan barang bukti dan melakukan penyelidikan guna memastikan jenis barang yang ditemukan sekaligus menelusuri bagaimana paket tersebut bisa berada di dalam sepatu murid.
Kapolres Bangka Barat, AKBP Helen Simanjuntak, mengatakan pengungkapan itu bermula ketika seorang murid mengeluhkan sepatunya terasa tidak nyaman karena ada benda yang mengganjal di bagian dalam. Lanjut, kata dia, kepala sekolah kemudian memeriksa sepatu tersebut dan menemukan plastik klip berisi kristal bening yang diduga narkotika.
Hingga kini, polisi masih mendalami apakah bungkusan tersebut benar merupakan narkotika jenis sabu berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium serta menyelidiki kemungkinan adanya pihak yang sengaja menyembunyikan barang tersebut di dalam sepatu.
Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan lingkungan sekolah dan menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika yang dapat menyasar anak-anak.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai asal-usul barang tersebut sebelum hasil penyelidikan selesai serta meminta siapa pun yang memiliki informasi terkait untuk segera melapor.
Baca Juga: Bank Sumsel Babel dan Pemkab Bangka Barat Hadirkan Taman Komunitas di Kecamatan Kelapa
Temuan itu menjadi pengingat bahwa kewaspadaan di lingkungan pendidikan perlu terus ditingkatkan, terutama terhadap barang-barang yang tampak biasa tetapi ternyata dapat digunakan sebagai modus penyembunyian barang terlarang.
Berita Terkait
-
Bank Sumsel Babel dan Pemkab Bangka Barat Hadirkan Taman Komunitas di Kecamatan Kelapa
-
Pegawai Korban Salah Tangkap Tuntut Pertanggungjawaban, Dicurigai Bawa Narkoba
-
Skandal Oknum Guru, Pencabulan di Sekolah Dasar Bangka Barat Terungkap
-
Terbongkar! Motif Suami di Bangka Barat Bunuh Istri, Ternyata Cemburu Buta
-
Tradisi Unik 7 Likur, Malam Penuh Cahaya Lailatul Qadar di Bangka Barat
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap