- Bayi lahir dengan kondisi langka sirenomelia di Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, dan meninggal dunia setelah dilahirkan.
- Sirenomelia ditandai dengan tungkai menyatu dan kelainan organ vital serius yang membuat peluang hidup bayi sangat kecil.
- Penyebab pasti kelainan bawaan langka tersebut belum diketahui, namun dapat dicurigai melalui pemeriksaan USG selama kehamilan.
SuaraSumsel.id - Kelahiran seorang bayi dengan kondisi sangat langka di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mengundang perhatian masyarakat. Bayi tersebut lahir dengan kedua tungkai menyatu sehingga sekilas menyerupai ekor putri duyung, kondisi yang dalam dunia medis dikenal sebagai sirenomelia atau mermaid syndrome. Bayi itu dilaporkan meninggal tidak lama setelah dilahirkan.
Kasus ini memunculkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat, mulai dari penyebab sirenomelia hingga apakah kelainan tersebut dapat dideteksi sejak masa kehamilan.
Apa Itu Sirenomelia?
Sirenomelia merupakan kelainan bawaan yang sangat langka. Kondisi ini ditandai dengan menyatunya kedua tungkai bawah janin dan hampir selalu disertai kelainan serius pada organ lain, seperti ginjal, saluran kemih, saluran cerna, hingga tulang belakang. Karena melibatkan banyak organ vital, sebagian besar bayi dengan sirenomelia tidak dapat bertahan hidup lama setelah lahir.
Dalam literatur medis, sirenomelia diperkirakan terjadi sekitar 1 dari 100.000 kelahiran, sehingga termasuk salah satu kelainan kongenital paling jarang ditemukan.
Mengapa Bayi Bisa Mengalami Sirenomelia?
Hingga kini, penyebab pasti sirenomelia belum diketahui. Berbagai penelitian menyebutkan terdapat beberapa faktor yang diduga berperan, antara lain gangguan pembentukan pembuluh darah pada masa awal perkembangan janin serta kelainan perkembangan embrio. Sejumlah penelitian juga mengamati adanya hubungan dengan diabetes pada ibu hamil, meskipun hubungan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab langsung.
Dokter umumnya dapat mencurigai adanya kelainan bawaan seperti sirenomelia melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG), terutama jika terdapat kelainan bentuk tungkai atau organ-organ lain selama kehamilan. Namun, kemampuan mendeteksi bergantung pada usia kehamilan, kondisi janin, dan hasil pemeriksaan yang dilakukan.
Mengapa Banyak Bayi Tidak Bertahan?
Sirenomelia tidak hanya menyebabkan kedua kaki menyatu. Sebagian besar kasus juga disertai tidak berkembangnya ginjal, gangguan paru-paru, kelainan saluran kemih, hingga kelainan organ dalam lain yang membuat peluang hidup bayi sangat kecil. Meskipun terdapat laporan mengenai beberapa kasus yang bertahan hidup, kondisi tersebut sangat jarang dan biasanya memerlukan penanganan medis yang kompleks.
Baca Juga: 5 Fakta Baru Sidang Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar, Kades Ungkap PT KIM Bukan Kelompok Tani
Kasus di OKI menjadi pengingat bahwa pemeriksaan kehamilan secara rutin tetap penting untuk membantu mendeteksi kemungkinan kelainan bawaan sedini mungkin dan mempersiapkan penanganan medis yang sesuai. Namun, perlu dipahami bahwa sirenomelia merupakan kondisi yang sangat langka dan hingga kini penyebab pastinya belum dapat dipastikan
Berita Terkait
-
5 Fakta Baru Sidang Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar, Kades Ungkap PT KIM Bukan Kelompok Tani
-
Datang Bahas Sengketa Lahan, Pria di OKI Ditembak 3 Kali, Pelaku Diburu Polisi
-
Residivis Narkoba di OKI Ternyata Produksi Senjata Api Rakitan, Bom Molotov Ikut Disita
-
Kronologi Live TikTok Maut di OKI, Letusan Terdengar dari Dalam Kamar hingga Remaja 18 Tahun Tewas
-
Dari Mana Revolver Itu Berasal? Misteri Senjata dalam Tragedi Live TikTok Maut di OKI
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan
-
Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus
-
Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula
-
Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional