SuaraSumsel.id - Pengurus Lembaga Pers Mahasiswa atau LPM Limas Universitas Sriwijaya (Unsri) terancam diskorsing dari perkuliahan selama satu semester. Selain terancam atas perkuliahan selama satu semester, mereka pun diminta membuat video permohonan maaf kepada pihak rektorat Unsri.
Penyebabnya, dua karikatur LPM Unsri yang dinilai melanggar etika akademik.
Dua karikatur ini disebar di instastory instagram sejak sepekan yang lalu. Dua karikatur ini mengkritik kebijakan Uang Kuliah Tunggal atau UKT Unsri.
Karikatur tepat dibuat saat mahasiswa Unsri tengah berjuang atas tuntutan pemotongan UKT Unsri. Belum lama ini, KM Badan Eksekutif Mahasiswa atau KM BEM Unsri tengah memperjuangkan pemotongan UKT seperti halnya yang diterapkan tahun lalu.
Pemotongan UKT ini guna meringankan beban orang tua yang terdampak pandemi COVID 19.
Meski dua karikatur tersebut disebar melalu media sosial instagram Limas, pihak dekanat melalui rapat senat memutuskan jika dua karikatur tersebut telah melanggar etika akademik.
Etika akademik dikatakan Dekan FISIP Unsri, Sobri telah diatur dalam Peraturan Rektor Unsri. Dalam rapat senat, dinyatakan dua karikatur ini telah melanggar etika akademik karena memuat unsur pelanggaran pada etika.
Terlepas sang pembuat ialah LPM Limas yang merupakan lembaga pers kampus alias persma.
"Kami menilai itu dari sudut pandang etika akademik dan memang telah diatur dalam Peraturan Rektor. Ini juga hasil keputusan rapat senat FISIP, guna merekomendasikan skorsing," ujarnya kepada Suara.com, Rabu (11/8/2021) kemarin.
Baca Juga: Danau Ranau Sumsel Tak Masuk Skala Prioritas Nasional, Ini Alasannya
Ia menyebut skorsing ialah sanksi tingkat sedang yang diberikan sidang senat dalam menyikapi dua karikatur tersebut. Dalam aturannya, pelanggaran tingkat sedang akan menyertai sanksi berupa skorsing selama satu semester.
Rekomendasi skorsing tersebut akan dibahas di rektorat. "Sehingga saat ini belum dijatuhkan hukuman, rekomendasi untuk dihukum, dan pembahasan hukuman akan dibahas di tingkatan rektorat," terang Sobri saat dihubungi.
Memanggapi kondisi ini, banyak akhirnya pihak bersolidaritas. Baik Lembaga Pers Mahasiswa atau LPM se Pulau Sumatera dan Kamis (12/8/2021), solidaritas tersebut makin meluas hingga ke LPM di Pulau Jawa.
Mereka menilai ancaman skorsing yang diberikan kepada LPM Limas sebagai bentuk mematikan kreativitas dan nalar berekspresi mahasiswa akan kehidupan kampusnya.
Sementara AJI Palembang pun sudah mengeluarkan pernyataan sikap dan seruan, agar pihak dekanat tidak memberikan ancaman skorsing kepada pengurus LPM Limas yang menjalankan kerja-kerja jurnalistik.
Produk jurnalistik yang dikira bermasalah hendaknya diselesaikan sesuai dengan mandat UU Pers saat ini.
Tag
Berita Terkait
-
Bikin Karikatur Kritik UKT, Pengurus LPM Limas Unsri Terancam Skorsing Kuliah
-
Galang Donasi buat Mahasiswa Unsri Terdampak COVID 19, Bisa Donasi Mulai Rp 10.000
-
Dirikan Tenda dan Bermalam di Rektorat, Mahasiswa Unsri Tuntut UKT Dipotong
-
Demo Tuntut UKT Dipotong, Mahasiswa Unsri: Orang Tua Susah saat Pandemi
-
Minta Keringanan UKT 2021, Mahasiswa Unsri Ajukan 3 Tuntutan
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
BRI Private Perkuat Layanan Eksklusif Lewat Premium Medical Check Up
-
BRI inFrame 2026 Kembali, Mengabadikan Inspirasi di Balik Ekonomi Kerakyatan
-
Anton Dimakamkan Kedinasan, Keluarga Ungkap Masalah Rumah Tangga Sebelum Tewas Ditikam Istri
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Harga Karet Sumsel Tembus Rp43 Ribu, Naik Rp1.199 dalam Dua Hari