- Jalur pendakian Gunung Dempo ditutup sementara mulai 15 Januari 2026 hingga 25 Maret 2026 untuk pemulihan ekosistem.
- Pelanggaran larangan mendaki selama periode tersebut akan mengakibatkan pendaki masuk daftar hitam (blacklist) pendakian Gunung Dempo.
- Penutupan ini juga mempertimbangkan keselamatan akibat cuaca ekstrem dan mendukung ketertiban selama Ramadhan dan Idul Fitri.
SuaraSumsel.id - Kabar penting bagi para pendaki dan penyelenggara open trip. Jalur pendakian menuju puncak Gunung Dempo resmi ditutup sementara hingga 25 Maret 2026. Penutupan ini bukan sekadar imbauan, sebab siapa pun yang nekat mendaki selama masa penutupan terancam masuk daftar hitam atau blacklist pendakian Gunung Dempo.
Penutupan jalur pendakian diberlakukan sejak 15 Januari 2026 sebagai bagian dari upaya pemulihan dan peremajaan ekosistem alam Gunung Dempo. Kebijakan ini ditegaskan melalui surat pemberitahuan resmi bernomor 500.4.6.10/152/Dishut.KPH-X/2025 tertanggal 19 Desember 2025, yang ditujukan kepada seluruh calon pendaki.
Sekretaris Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo (BRIGADE), Desta Ndruru, menegaskan bahwa selama masa penutupan tidak boleh ada aktivitas pendakian dalam bentuk apa pun. Larangan ini berlaku menyeluruh, baik untuk pendakian individu maupun kegiatan open trip.
“Dalam bentuk apa pun tidak boleh mendaki sebelum ada surat pembukaan resmi. Jika masih nekat, sanksinya blacklist dari pendakian Gunung Dempo,” ujar Desta saat dikonfirmasi dari Palembang, Selasa.
Menurutnya, penutupan jalur pendakian dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan penting. Selain untuk pemulihan ekosistem dan perbaikan jalur, faktor keselamatan pendaki juga menjadi perhatian utama. Kondisi cuaca yang berpotensi ekstrem, seperti hujan lebat dan angin kencang, dinilai dapat membahayakan aktivitas pendakian dalam periode ini.
Penutupan tersebut juga bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Karena itu, BRIGADE bersama KPH X Dempo memilih menutup jalur pendakian secara total demi menjaga keselamatan serta ketertiban pengelolaan kawasan.
Selama masa penutupan, aktivitas di Pos Brigade juga dihentikan sementara. Meski demikian, pihak pengelola tetap akan melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan tidak ada pendaki ilegal yang mencoba masuk ke jalur Gunung Dempo.
Desta mengimbau para pendaki agar bersabar dan menaati seluruh aturan yang telah ditetapkan. Ia menegaskan bahwa penutupan ini bersifat sementara dan dilakukan demi kepentingan jangka panjang, baik bagi kelestarian alam maupun keselamatan pendaki itu sendiri.
“Jalur pendakian sedang dilakukan peremajaan dan perbaikan. Kami minta pendaki dan open trip menunggu sampai ada surat pembukaan resmi,” katanya.
Baca Juga: Inflasi Sumsel Disebut Cuma 0,05 Persen, Tapi Kenapa Harga Kebutuhan Terasa Naik?
Penutupan jalur pendakian Gunung Dempo ini menjadi peringatan serius bahwa aktivitas mendaki bukan hanya soal menaklukkan puncak, tetapi juga soal kepatuhan terhadap aturan dan tanggung jawab menjaga alam. Bagi pendaki yang melanggar, risikonya bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga bisa kehilangan kesempatan mendaki Gunung Dempo di masa depan.
Berita Terkait
-
Dusun Janda Kaya di Pagaralam: Mitos atau Fakta? Ini Lokasi yang Bikin Banyak Orang Penasaran
-
7 Rekomendasi Penginapan di Pagaralam untuk Liburan Sejuk dengan Pemandangan Gunung Dempo
-
Viral Pengunjung Kaget Ditagih Rp600 Ribu saat Belanja di Warung Gunung Dempo
-
Membludak! 825 Pendaki Rayakan Kemerdekaan 80 Tahun di Gunung Dempo
-
Gunung Dempo Ramai Saat Liburan, Pendaki Wajib Tahu Aturan Terbaru Ini
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
Kesaksian Korban Selamat Ungkap Bus ALS Sempat Bermasalah pada Radiator Sebelum Terbakar
-
Siapa Pendiri PO ALS? Kisah Bus Legendaris Sumatera di Balik Tragedi Muratara