- Pada Selasa (3/2/2026), harga emas perhiasan di Palembang turun signifikan dari Rp18 juta menjadi Rp15,6 juta per suku.
- Penurunan harga emas di Palembang dipengaruhi oleh melemahnya harga emas dunia dan sentimen pasar global.
- Beberapa warga mulai memanfaatkan penurunan harga ini sebagai momentum pembelian setelah harga sempat melonjak tinggi.
SuaraSumsel.id - Pergerakan harga emas kembali membuat warga Palembang menoleh ke etalase toko perhiasan. Pada Selasa (3/2/2026), harga emas perhiasan di kota ini mengalami penurunan cukup tajam. Dari yang sebelumnya sempat mendekati Rp18 juta per suku, kini harga emas perhiasan turun ke kisaran Rp15,6 juta per suku atau setara 6,7 gram.
Pantauan di sejumlah toko emas di Jalan Rustam Effendi, kawasan Pasar 16 Ilir, menunjukkan penurunan harga terjadi pada hampir semua jenis emas perhiasan. Emas dengan kadar 22 karat hingga 24 karat terlihat mengalami koreksi harga yang signifikan, seiring melemahnya harga emas dunia dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini langsung memicu reaksi beragam dari masyarakat. Sejumlah calon pembeli mulai berdatangan untuk sekadar bertanya dan membandingkan harga, sementara sebagian lainnya masih memilih menunggu. Penurunan harga yang cukup dalam ini dinilai sebagai momen langka, terutama bagi warga yang sebelumnya menunda pembelian karena harga emas sempat melonjak tinggi.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Sriwijaya, Soekanto Sairuki, menjelaskan bahwa fluktuasi dan kestabilan harga emas perhiasan sangat dipengaruhi oleh permintaan pasar. Menurutnya, ketika harga emas turun setelah sempat melonjak, situasi tersebut kerap dimanfaatkan pelaku pasar sebagai momentum ambil untung.
“Harga emas naik ketika permintaan tinggi, begitu pula sebaliknya. Meski harga emas turun, kondisi ekonomi daerah tetap berpotensi terdampak inflasi global,” ujarnya.
Ia menambahkan, pergerakan harga emas tidak bisa dilepaskan dari sentimen global. Ketika investor besar mulai melepas emas untuk mengamankan keuntungan, efeknya akan terasa hingga ke daerah, termasuk Palembang.
Sementara itu, pengamat ekonomi Sumatera Selatan sekaligus dosen Universitas Muhammadiyah Palembang, Sri Rahayu, menilai penurunan harga emas setelah kenaikan signifikan mencerminkan kondisi ekonomi global yang belum stabil.
“Ekonomi global saat ini tidak memiliki kepastian, sehingga pergerakan harga emas juga sulit diprediksi,” katanya.
Menurut Sri Rahayu, masyarakat perlu bersikap bijak dalam merespons fluktuasi harga emas. Penurunan harga bisa menjadi peluang, namun tetap perlu disesuaikan dengan tujuan pembelian, apakah untuk investasi jangka panjang atau sekadar kebutuhan perhiasan.
Baca Juga: Inflasi Sumsel Disebut Cuma 0,05 Persen, Tapi Kenapa Harga Kebutuhan Terasa Naik?
Turunnya harga emas perhiasan di Palembang kali ini menjadi pengingat bahwa dinamika ekonomi global dapat berdampak langsung ke tingkat lokal. Dari pasar internasional hingga toko emas di sudut kota, harga emas terus bergerak mengikuti arus besar ekonomi dunia dan masyarakat pun kembali dihadapkan pada pilihan, membeli sekarang atau menunggu harga bergerak lagi.
Berita Terkait
-
Setelah Nyaris Rp18 Juta per Suku, Harga Emas Anjlok Rp800 Ribu: Gelembung Sesaat?
-
Harga Emas Tembus Rp18 Juta per Suku, Pegadaian Palembang Panen Gadai Emas di Awal Tahun
-
Harga Emas Tembus Rp17,9 Juta per Suku, Gadai Emas Warga Sumsel Melonjak
-
Bahayanya Harga Emas Terus Naik di Palembang, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Warga
-
Viral! Simpan Emas 20 Tahun, Ibu Ini Ubah Modal Rp41 Juta Jadi Rp927 Juta
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Tapi 870 Ribu Warga Masih Hidup di Bawah Garis Miskin
-
BPS: Pengangguran Sumsel Naik Jadi 3,60 Persen, Pertanian Tetap Serap Terbanyak
-
Shandy Hermanto, Kades yang Bangun Kantor Desa Megah Kini Jadi Tersangka Bus ALS
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain