SuaraSumsel.id - Kota Palembang Sumatera Selatan masih menyimpan kawasan pemukiman kumuh. Karena itu, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Selatan akan segera mengerjakan proyek penataan wilayah kumuh berbasis skala kawasan di wilayah tersebut.
Proyek guna meningkatkan kualitas pemukiman dan kesejahteraan masyarakat ini mengalokasikan anggaran senilai Rp 13 miliar.
Kepala BPPW Sumsel Achmad Irwan Kusuma di Palembang, mengatakan proyek pekerjaan konstruksi tersebut menargetkan pengurangan kawasan kumuh seluas 17,5 hektar, "Kegiatan ini dikerjakan multiyears 2021-2022," ujarnya.
Kelurahan 29 Ilir Kota Palembang menjadi target pengurangan kawasan umuh karena berada di kawasan strategis kota yang memiliki luasan kumuh besar dan memiliki kejelasan status lahan.
Kegiatan yang dikerjakan dalam peningkatan wilayah kumuh tersebut berupa peningkatan akses jaringan sanitasi, jaringan persampahan, jaringan air minum, drainase, akses jalan pemadam kebakaran, jalan lingkungan dan menambah ruang terbuka hijau.
Saat ini, pihaknya sedang mengerjakan proyek pengentasan kawasan kumuh di kawasan 5 Lebak Cinde Kota Palembang seluas 18,4 hektar berbiaya Rp8 miliar dan kawasan I Kota Lubuklinggau seluas 15,19 hektar dengan anggaran Rp 9,4 miliar.
"Dua proyek ini ditargetkan selesai akhir 2021," kata dia menambahkan.
Irwan mengatakan ketiga kawasan itu termasuk 167,7 hektare luas kawasan kumuh yang harus dikurangi BPPW Sumsel sesuai rencana strategis (renstra) tahun 2020-2024. (ANTARA)
Baca Juga: Muncul Kerumunan Ojol, Tim Ahli COVID 19 Sumsel Heran McDonal's Tak Diberi Sanksi
Berita Terkait
-
Muncul Kerumunan Ojol, Tim Ahli COVID 19 Sumsel Heran McDonal's Tak Diberi Sanksi
-
Nobar Seni Tari "Dari Pustaka Rumahku" Ramaikan Festival Bulan Juni Palembang
-
Bulan Juli, Transaksi Jual Beli Tanah dan Bangunan Rp 60 Juta Dikenakan BPHTB
-
Tahun 2023, Bus Tenaga Listrik Beroperasi di Palembang
-
Latihan Jalak Sakti 2021, 10 Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Palembang
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer
-
Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa
-
DPRD Sumsel Desak Polisi Tindak 20 Korporasi Karhutla, Sejauh Mana Penyidikannya?
-
4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Brio vs Fuso di Bangka Tengah, Begini Dugaan Awal Polisi
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Gambut Mengering dan Kearifan Lokal Kian Terabaikan