- PTBA mengembangkan EcoGrow Mom dari program pembibitan awal, memberdayakan ibu rumah tangga dan eks-PETI menjadi KWT Utun Makmur.
- Program ini fokus pada budidaya tanaman dapur dan pemanfaatan limbah rumah tangga untuk penguatan ketahanan pangan keluarga.
- Pelaksanaan mencakup pelatihan, produksi 5.000 bibit, dan urban farming di lahan desa serta pekarangan rumah anggota.
SuaraSumsel.id - PT Bukit Asam (PTBA) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui Program Binaan EcoGrow Mom. Program ini menjadi pengembangan dari kegiatan pembibitan yang sebelumnya digagas perusahaan melalui SIBA Pembibitan di Desa Tanjung Karangan.
Pada tahap awal, SIBA pembibitan membina ibu-ibu dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk eks pekerja pertambangan tanpa izin (PETI), agar beralih ke usaha produktif berupa pembibitan pohon kayu keras dan tanaman buah. Dari proses pembinaan tersebut, lahirlah Kelompok Wanita Tani (KWT) Utun Makmur pada awal 2025 sebagai wadah pemberdayaan perempuan desa.
Memasuki akhir 2025, PTBA memperluas cakupan program melalui EcoGrow Mom. Fokusnya tidak lagi terbatas pada pembibitan pohon untuk kebutuhan komersial, tetapi juga pada budidaya tanaman dapur guna memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, menjelaskan bahwa program ini mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga, seperti karung bekas, sebagai media tanam. Selain itu, pekarangan rumah dan lahan desa dioptimalkan melalui pendekatan urban farming dan pertanian rumah tangga berkelanjutan.
“Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan desa melalui pelibatan aktif ibu rumah tangga, eks pekerja PETI, dan masyarakat berpenghasilan rendah dalam kegiatan pertanian yang berkelanjutan,” ujar Eko.
Menurutnya, EcoGrow Mom tidak hanya memperkuat ketahanan pangan keluarga dan desa, tetapi juga mengoptimalkan lahan produktif, mengembangkan pembibitan ramah lingkungan, serta membangun ekonomi sirkular berbasis rumah tangga melalui pengolahan limbah menjadi sumber daya pertanian.
Dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, PTBA berharap program ini mampu membuka peluang ekonomi baru, memperkuat solidaritas kelompok, sekaligus menegaskan peran perempuan sebagai motor penggerak pembangunan desa yang mandiri dan berdaya.
Ketua KWT Utun Makmur, Tuti, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan PTBA melalui EcoGrow Mom. Ia mengaku program tersebut membawa banyak manfaat bagi anggota kelompok.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada PTBA atas program EcoGrow Mom yang manfaatnya sangat besar. Dengan dibentuknya KWT ini, kami banyak belajar, baik di bidang perkebunan maupun sosial,” ungkap Tuti.
Baca Juga: Innalillahi, Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Meninggal Dunia di Jakarta
Ia menambahkan, sejak adanya program tersebut, interaksi antarwarga semakin intens dan produktif. Para anggota tidak hanya belajar teknik berkebun, tetapi juga memanfaatkan lingkungan rumah secara lebih optimal.
“Halaman rumah kami kini tertata rapi dan penuh tanaman sayur. Selain untuk konsumsi sendiri, sebagian hasilnya bisa dibagikan dan bahkan memiliki nilai ekonomi yang sangat membantu. Terima kasih untuk Tim Sustainability PTBA, maju terus PTBA,” tambahnya.
Secara rinci, tahapan pelaksanaan EcoGrow Mom meliputi sosialisasi dan pelatihan dasar pembibitan, pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai media tanam, produksi sekitar 5.000 bibit sayuran menggunakan media sederhana, hingga pemanfaatan lahan desa seluas kurang lebih satu hektare serta pekarangan rumah anggota untuk kegiatan urban farming.
Program ini juga didukung pendampingan dan monitoring berkelanjutan oleh PTBA bersama fasilitator internal maupun eksternal, guna memastikan keberlanjutan dan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui EcoGrow Mom, PTBA menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program tanggung jawab sosial yang tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan serta pemberdayaan perempuan di tingkat desa.
Berita Terkait
-
HUT ke-45, PT Bukit Asam Tebar Energi Kebaikan Lewat Bantuan Pangan dan Edukasi Gizi
-
BIDIKSIBA 2026 Dibuka! PTBA Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Generasi Muda
-
Fokus 4 Bidang Prioritas, PTBA Sinkronkan Program TJSL 2026 Bersama Pemangku Kepentingan
-
PTBA Buktikan Komitmen Transparansi, Boyong Anugerah Keterbukaan Informasi
-
Bangun Komunikasi Kredibel, PTBA Borong Empat Penghargaan Public Relations Bergengsi
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Jadwal Terbaru SPBU Solar di Palembang 2026, Ini Daftar Layanan 24 Jam dan Malam Hari
-
Kasus Suap Muara Enim Makin Meluas, KPK Periksa Mantan Pj Bupati hingga Kepala Bappeda
-
Baru Diangkat Jadi PPPK, Empat ASN Palembang Dipecat usai Absen Kerja Lebih dari 100 Hari
-
5 Anggota DPRD Palembang Diperiksa Kejari, Ada Apa di Balik Kasus Korupsi Lampu Jalan?
-
Pertamina EP Prabumulih Tambah Potensi Produksi Minyak 2.068 BOPD dari Sumur Baru