- Kericuhan terjadi pada Kamis (26/2/2026) di Pasar Muara Beliti, Musi Rawas, saat warga merusak Kantor Lurah.
- Aksi massa dipicu kekecewaan atas tuntutan penonaktifan Lurah Arif Candra yang tidak kunjung direspons.
- Polisi segera mengendalikan situasi tegang tersebut dan memasang garis polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
SuaraSumsel.id - Kericuhan pecah di Pasar Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Kamis (26/2/2026). Ratusan warga yang sebelumnya menggelar aksi unjuk rasa melampiaskan amarah mereka dengan menyerbu dan merusak Kantor Lurah setempat.
Sejumlah kaca jendela dilaporkan pecah akibat lemparan batu. Suasana yang awalnya dipenuhi orasi berubah tegang ketika massa tak lagi mampu menahan emosi.
Kericuhan diduga dipicu kekecewaan warga atas tuntutan mereka yang tak kunjung digubris. Massa meminta agar Lurah Pasar Muara Beliti, Arif Candra, dinonaktifkan dari jabatannya.
Menurut warga, tuntutan tersebut bukan kali pertama disuarakan. Aksi serupa bahkan disebut telah berlangsung beberapa kali sebelumnya, namun belum membuahkan hasil yang memuaskan.
Sebelum mendatangi kantor lurah, massa lebih dulu menggelar aksi di Kantor Bupati Musi Rawas. Namun, mereka tidak berhasil bertemu langsung dengan pihak yang diharapkan bisa memberikan keputusan.
Kekecewaan itu memuncak. Massa kemudian bergerak ke kantor lurah dan situasi berubah ricuh.
Aparat kepolisian segera diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Setelah negosiasi dan pengamanan dilakukan, kericuhan berhasil diredam.
Garis polisi dipasang di area kantor lurah guna kepentingan penyelidikan dan pengamanan pascakejadian.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena mencerminkan memanasnya hubungan antara warga dan pemerintah kelurahan. Hingga kini, belum ada keputusan resmi terkait tuntutan penonaktifan lurah.
Baca Juga: Gagal Umrah, Nenek Musi Rawas Tertahan di Jakarta, 12 Jemaah Bayar Lagi Rp70 Juta
Warga berharap ada respons konkret dari pemerintah daerah agar konflik tidak semakin melebar. Sementara itu, publik menanti langkah tegas aparat terkait proses hukum atas aksi perusakan tersebut.
Apakah tuntutan warga akan segera dijawab? Ataukah polemik ini masih akan berlanjut di Musi Rawas? Situasi kini menjadi perhatian banyak pihak di Sumatera Selatan.
Berita Terkait
-
Gagal Umrah, Nenek Musi Rawas Tertahan di Jakarta, 12 Jemaah Bayar Lagi Rp70 Juta
-
Viral Ayah di Musi Rawas Nekat Curi Uang Rp11 Ribu Sambil Gendong Anak Kecil Karena Lapar
-
5 Rekomendasi Pindang Legendaris di Palembang, Nikmatnya Bikin Ketagihan
-
56 Napi Diboyong ke Nusakambangan karena Ulah Brutal, Ini Dalih Menteri Imipas
-
Kemenkumham Klaim Tak Ada Napi Luka-Luka dalam Kerusuhan Lapas Muara Beliti
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Putra Palembang yang Menembus Puncak TNI
-
Kasus Wanita Muara Enim yang Jasadnya Dibakar Mantan Pacar: Kronologi, Motif, dan Fakta Terbaru
-
Biaya Kuliah Universitas Muhammadiyah Palembang 2026, Cek UKT Semua Jurusan dan Kedokteran
-
Pembenahan Struktur Pengawasan BUMN Dapat Dukungan Pengamat, Efisiensi Jadi Fokus Utama
-
Panduan Lengkap Bank Sumsel Babel 2026: Tabungan, BSB Mobile, KPR, KUR, dan Layanan Digital