- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan jumlah titik panas di Sumatera Selatan turun dari 39 menjadi 37 titik.
- Kepala BNPB Suharyanto mengonfirmasi bahwa 11 dari 37 titik panas tersebut terbukti sebagai titik api nyata di lapangan.
- Pemerintah melanjutkan operasi pemadaman dan modifikasi cuaca pada September karena ancaman kebakaran lahan gambut belum berakhir.
Pemerintah juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca dengan memanfaatkan potensi hujan pada awal September. Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan dalam laporan tersebut, terdapat potensi bibit hujan pada 1 hingga 6 September 2026.
Karena itu, penurunan hotspot sebaiknya dibaca sebagai indikasi perkembangan positif, bukan tanda bahwa Sumsel sudah aman dari karhutla.
Masih adanya titik api, karakter kebakaran gambut yang dapat menyimpan bara di bawah permukaan, serta operasi pemadaman yang terus berlangsung menunjukkan ancaman belum benar-benar berakhir.
Data terbaru justru memperlihatkan satu hal: angka hotspot bisa turun, tetapi api dan asap belum tentu langsung hilang.
Baca Juga:Tekan Risiko Kebakaran Lahan di Puncak Kemarau, Kilang Plaju Gandeng BPBD Gelar Pelatihan Pemadaman