- BMKG Sumatera Selatan mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai angin kencang di Musi Rawas pada Senin, 31 Agustus 2026.
- Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tersebut juga meluas ke wilayah Musi Banyuasin dan Musi Rawas Utara.
- Hujan lokal yang turun di tengah musim kemarau belum menandakan berakhirnya ancaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.
SuaraSumsel.id - Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Sumatera Selatan di tengah kondisi musim kemarau yang masih berlangsung, dini hari Senin (31/8/2026).
Salah satu wilayah yang masuk dalam peringatan dini cuaca adalah Kabupaten Musi Rawas. Hujan yang turun di sejumlah kawasan menjadi perhatian karena terjadi ketika sebagian wilayah Sumsel masih menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Berdasarkan pembaruan peringatan dini cuaca BMKG Sumatera Selatan pukul 09.00 WIB, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi mulai sekitar pukul 09.30 WIB.
Kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga pukul 11.00 WIB. Di Kabupaten Musi Rawas, potensi hujan diperkirakan meluas ke sejumlah wilayah, yakni Muara Lakitan, Muara Kelingi, STL Ulu Terawas, Megang Sakti, dan Sumber Harta.
Baca Juga:Pantai Viral di Tengah Kota Palembang, One Ilir Beach Ramai Didatangi Warga saat Kemarau
Selain Musi Rawas, peringatan dini juga berlaku di sejumlah wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, seperti Sanga Desa, Batang Hari Leko, Babat Toman, Plakat Tinggi, Tungkal Jaya, dan Lawang Wetan.
Sementara di Kabupaten Musi Rawas Utara, wilayah yang berpotensi mengalami hujan meliputi Rupit, Rawas Ulu, Nibung, Rawas Ilir, Karang Dapo, dan Karang Jaya.
Hujan di Tengah Kemarau
Turunnya hujan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan tidak serta-merta berarti musim kemarau telah berakhir. Hujan dengan karakter lokal masih dapat terjadi di tengah periode kemarau, terutama akibat perkembangan kondisi atmosfer dan pembentukan awan di wilayah tertentu. Karena itu, kondisi cuaca antarwilayah di Sumatera Selatan dapat berbeda dalam waktu yang bersamaan.
Di satu wilayah hujan dapat turun dengan intensitas sedang hingga lebat, sementara daerah lain masih mengalami cuaca panas dan kering.
Baca Juga:Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
Kondisi ini menjadi penting diperhatikan di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap karhutla di Sumatera Selatan. Hujan yang turun di suatu wilayah dapat membantu meningkatkan kelembapan, tetapi belum tentu menjangkau seluruh kawasan yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran.
Masyarakat pun tetap diminta tidak menganggap turunnya hujan sebagai tanda ancaman musim kemarau dan karhutla telah berakhir.
BMKG Sumatera Selatan mengingatkan potensi hujan yang terjadi dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Warga di wilayah Musi Rawas, Musi Banyuasin, dan Musi Rawas Utara diimbau tetap memperhatikan perkembangan cuaca karena kondisi dapat berubah dalam waktu singkat.
Peringatan dini yang dikeluarkan BMKG juga menunjukkan bahwa meskipun Sumatera Selatan masih berada dalam periode kemarau, dinamika cuaca lokal tetap dapat memunculkan hujan di sejumlah wilayah.
Dengan demikian, hujan yang mulai turun di Musi Rawas menjadi kabar yang melegakan di tengah musim kering, tetapi belum cukup menjadi tanda bahwa kemarau panjang dan ancaman karhutla di Sumatera Selatan telah berakhir.