- KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Muara Enim, Edison, di Sumatera Selatan dan Jakarta pada Senin, 8 Juni 2026.
- Sebanyak sepuluh orang, terdiri dari lima pejabat daerah dan lima pihak swasta, sedang menjalani pemeriksaan intensif di Jakarta.
- KPK belum merinci konstruksi perkara hukum yang menyebabkan penangkapan Bupati Edison serta sejumlah pihak dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Pernyataan tersebut kini kembali ramai diperbincangkan setelah namanya sendiri muncul dalam OTT KPK.
Dari OTT DPRD ke OTT Bupati
Kasus yang menjerat Edison juga memperpanjang daftar perkara hukum yang menyeret pejabat publik di Muara Enim dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, pada Februari 2026, aparat penegak hukum juga melakukan OTT terhadap anggota DPRD Muara Enim terkait dugaan suap proyek jaringan irigasi.
Baca Juga:OTT KPK di Muara Enim, Dugaan Perkara Gratifikasi Menyeret Bupati Edison?
Lebih jauh ke belakang, Muara Enim juga pernah menjadi sorotan nasional ketika Bupati Ahmad Yani terjaring OTT KPK pada 2019 terkait dugaan suap proyek pembangunan di lingkungan pemerintah daerah.
Kini, tujuh tahun setelah OTT terhadap Ahmad Yani, nama Bupati Muara Enim kembali menjadi perhatian nasional.