Kelangkaan BBM di Sumsel: Pertamax Kosong, Antrean Kendaraan Mengular Saat Libur Panjang

Ratusan kendaraan mengantre panjang di SPBU Kota Pagaralam akibat kelangkaan stok Pertamax dan terbatasnya pasokan Solar.

Tasmalinda
Minggu, 31 Mei 2026 | 15:58 WIB
Kelangkaan BBM di Sumsel: Pertamax Kosong, Antrean Kendaraan Mengular Saat Libur Panjang
antrean di SPBU di Pagaralam, Sumatera Selatan
Baca 10 detik
  • Ratusan kendaraan mengantre panjang di SPBU Kota Pagaralam akibat kelangkaan stok Pertamax dan terbatasnya pasokan Solar.
  • Lonjakan kunjungan wisatawan saat libur panjang sejak Sabtu (30/5/2026) memicu tingginya konsumsi BBM yang tidak sebanding.
  • Antrean kendaraan yang meluber ke badan jalan menyebabkan hambatan lalu lintas serta menghambat mobilitas warga setempat.

SuaraSumsel.id - Libur panjang yang biasanya identik dengan perjalanan santai dan kunjungan wisata justru berubah menjadi ujian kesabaran bagi banyak pengendara di Sumatera Selatan, seperti di Kota Pagaralam.

Sejak Sabtu (30/5/2026), ratusan kendaraan terlihat mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Antrean tidak hanya memenuhi area pengisian, tetapi juga meluber hingga ke badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas melambat.

Kondisi ini dipicu belum tersedianya BBM jenis Pertamax di beberapa SPBU serta terbatasnya pasokan Solar. Akibatnya, banyak pengendara yang semula ingin mengisi Pertamax terpaksa beralih ke Pertalite, sehingga antrean semakin panjang.

Pantauan di sejumlah titik menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat sudah terlihat sejak pagi dan terus berlangsung hingga sore hari. Kendaraan bergantian masuk ke area SPBU sambil menunggu pasokan BBM tersedia.

Baca Juga:Mencekam, Kebakaran SPBU di Palembang Saat Antrean Ramai: Ini 5 Fakta yang Terungkap

Salah seorang pengendara, Yusup, mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar.

Saat dirinya tiba di SPBU, stok Pertamax disebut belum tersedia dan masih dalam perjalanan distribusi. Kondisi itu membuat hampir seluruh kendaraan berpindah ke jalur Pertalite yang akhirnya dipadati antrean panjang.

Tidak hanya kendaraan pribadi, antrean panjang juga terlihat pada kendaraan berbahan bakar diesel. Mobil niaga dan kendaraan angkutan tampak memenuhi area sekitar SPBU untuk mendapatkan Solar yang pasokannya disebut terbatas.

Salah seorang pengendara mobil, Yusup, mengaku harus menunggu selama beberapa jam untuk mendapatkan BBM karena stok Pertamax belum tersedia saat dirinya tiba di lokasi.

"Saya sudah beberapa jam mengantre untuk mengisi BBM. Pertamax belum tersedia, di papan informasi tertulis pasokannya masih dalam perjalanan. Akhirnya, hampir semua kendaraan beralih ke antrean Pertalite," ujarnya.

Baca Juga:Mengapa Kelangkaan Solar di Sumsel Terus Terulang? Demo Jadi Peringatan

Melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com, kondisi tersebut membuat antrean Pertalite jauh lebih panjang dibandingkan hari-hari biasa. Banyak pengendara yang semula berencana membeli Pertamax terpaksa beralih ke BBM subsidi karena tidak memiliki pilihan lain. Akibatnya, kepadatan kendaraan di jalur pengisian Pertalite meningkat signifikan sepanjang hari.

Atau jika ingin lebih hidup dan human interest:

"Saya sudah beberapa jam mengantre untuk mengisi BBM. Pertamax belum datang, di papan informasi tertulis masih dalam perjalanan. Akhirnya, semua kendaraan menumpuk di antrean Pertalite," tambah Yusup.

Ia menegaskan, kelangkaan Pertamax membuat antrean di SPBU jauh lebih panjang dari biasanya. Pengendara yang membutuhkan bahan bakar tidak punya banyak pilihan selain ikut mengantre di jalur Pertalite, sehingga antrean kendaraan terus mengular hingga keluar area SPBU.

Situasi tersebut membuat akses keluar-masuk SPBU menjadi lebih lambat. Di beberapa lokasi, kendaraan yang mengantre bahkan menutupi sebagian badan jalan sehingga pengguna jalan lain harus bergantian melintas.

Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatera Selatan, Pagaralam memang mengalami lonjakan aktivitas selama masa libur panjang. Kedatangan wisatawan dari berbagai daerah disebut ikut meningkatkan konsumsi bahan bakar dalam waktu bersamaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak