- Bank Sumsel Babel menggelar pengundian Super Grand Prize Tabungan Pesirah di Stadion Gelora Jakabaring pada 2 Mei 2026.
- Acara ini memperkuat loyalitas nasabah dengan memberikan apresiasi nyata serta membangun hubungan emosional yang lebih personal.
- Bank Sumsel Babel mengintegrasikan transformasi digital dan dukungan UMKM untuk memperluas akses serta menciptakan dampak ekonomi masyarakat.
SuaraSumsel.id - Di tengah perubahan lanskap industri perbankan yang semakin kompetitif dan digital, Bank Sumsel Babel (BSB) memilih satu pendekatan yang tidak lekang oleh waktu yakni membangun dan menjaga kepercayaan. Bagi BSB, kepercayaan bukan sekadar reputasi, melainkan fondasi utama dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Melalui momentum Pengundian Super Grand Prize Tabungan Pesirah yang digelar di Stadion Gelora Jakabaring, Sabtu (2/5/2026) BSB menghadirkan lebih dari sekadar program apresiasi. Event yang dihadiri lebih dari 14.000 penonton ini menjadi cara perusahaan menerjemahkan kepercayaan nasabah ke dalam nilai nyata, yang dapat dirasakan, dilihat, dan dinikmati secara langsung.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Marzuki, menegaskan bahwa setiap program yang dihadirkan BSB dirancang untuk memberikan manfaat yang relevan bagi nasabah.
“Kami memahami bahwa nasabah tidak hanya mencari tempat menyimpan dana, tetapi juga mengharapkan nilai tambah. Di situlah kami hadir, memberikan rasa aman, kemudahan, sekaligus peluang,” ujarnya.
Baca Juga:Pemprov Sumsel-Bank Sumsel Babel Gelar Pesta Rakyat UMKM dan Undian Super Grand Prize
Super Grand Prize dengan nilai hingga Rp550 juta, bersama puluhan hadiah lainnya, menjadi bagian dari upaya BSB dalam memperkuat loyalitas sekaligus meningkatkan keterlibatan nasabah. Namun lebih dari itu, program ini mencerminkan pendekatan BSB dalam membangun hubungan yang lebih personal dan berkelanjutan.
Di saat yang sama, Bank Sumsel Babel terus memperluas akses layanan melalui transformasi digital. Penguatan BSB Mobile dan implementasi QRIS bukan hanya tentang mengikuti tren, tetapi memastikan bahwa layanan perbankan menjadi lebih dekat, cepat, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana BSB memadukan kekuatan lokal dengan standar layanan modern—menjadikan bank daerah tidak lagi sekadar alternatif, melainkan pilihan utama.
Komitmen tersebut juga tercermin dalam dukungan terhadap UMKM. Dengan melibatkan pelaku usaha binaan dalam setiap momentum strategis, BSB tidak hanya memperluas ekosistem bisnisnya, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas di daerah.
Atmosfer hangat yang tercipta, diperkuat dengan penampilan Ungu dan Lady Rara, menjadi simbol kedekatan emosional antara BSB dan masyarakat, terutama nasabah. Kedekatan inilah yang menjadi diferensiasi utama, jika BSB tidak hanya hadir sebagai institusi keuangan, tetapi sebagai bagian dari perjalanan hidup nasabahnya.
Baca Juga:Bank Sumsel Babel Permudah Kredit untuk Guru Bersertifikasi, Ini Keuntungannya
Bank Sumsel Babel akan terus mengembangkan layanan yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga bermakna. Dengan menempatkan kepercayaan sebagai pusat strategi, BSB optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai bank regional modern yang tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga relevan secara sosial.
“Bagi kami, pertumbuhan bukan hanya soal angka, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang bisa kami hadirkan. Itulah yang terus kami jaga,” tutup Marzuki.
Gubernur Herman Deru,