- Seorang dosen UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi berinisial DK digerebek istrinya di kamar kos kawasan Telanaipura, Jumat 1 Mei 2026.
- Penggerebekan dilakukan karena sang istri mencurigai suaminya sedang bersama seorang perempuan muda yang diduga merupakan mahasiswi di lokasi.
- Pihak kepolisian mengamankan situasi di lokasi kejadian, sementara pihak universitas belum memberikan keterangan resmi terkait sanksi bagi oknum dosen.
SuaraSumsel.id - Warga Kota Jambi digegerkan oleh peristiwa penggerebekan yang menyeret nama seorang oknum dosen dari UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Jambi. Insiden yang diduga berkaitan dengan kasus perselingkuhan ini terjadi pada Jumat, 1 Mei 2026, di sebuah kamar kos kawasan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura.
Oknum dosen tersebut diketahui berinisial DK. Ia disebut-sebut menduduki jabatan strategis sebagai wakil dekan di Fakultas Syariah. DK digerebek langsung oleh istrinya saat berada di dalam kamar bersama seorang perempuan muda yang diduga merupakan mahasiswi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula dari kecurigaan sang istri terhadap aktivitas suaminya yang dinilai tidak biasa dalam beberapa waktu terakhir. Rasa curiga itu kemudian mendorongnya menelusuri keberadaan DK hingga akhirnya mendatangi lokasi yang dicurigai sebagai tempat pertemuan.
Saat tiba di kamar kos, ketegangan tak terhindarkan. Pintu kamar yang berhasil dibuka memperlihatkan DK berada di dalam bersama perempuan tersebut. Situasi sontak memanas dan memicu keributan yang mengundang perhatian warga sekitar.
Baca Juga:Kronologi Kasus Kekerasan Seksual Calon Polwan di Jambi: Dari Penjemputan Malam hingga Tersangka
Salah seorang warga setempat, Andi Ahmad (35), mengaku sempat mendengar suara ribut sebelum mengetahui adanya penggerebekan tersebut.

“Awalnya kami kira cekcok biasa. Tapi ternyata ada istri yang datang dan langsung menggerebek suaminya di dalam kamar. Warga jadi ramai berdatangan,” ujarnya.
Kerumunan warga pun tak terelakkan. Beberapa di antaranya bahkan menyaksikan langsung kejadian di lokasi. Tidak butuh waktu lama, suasana yang semula tertutup berubah menjadi perhatian publik, terutama setelah rekaman video kejadian beredar di media sosial.
Aparat setempat turut turun tangan untuk mengamankan situasi.
Kapolsek Telanaipura, AKP Rudi Hartono, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia menyebut pihak kepolisian lebih fokus pada pengamanan situasi di lapangan.
Baca Juga:Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
“Personel kami turun untuk memastikan situasi aman dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk saat ini, belum ada laporan resmi yang masuk terkait tindak pidana,” jelasnya.
Peristiwa ini semakin menjadi sorotan setelah video penggerebekan diunggah oleh akun Instagram @jambisharing dan menyebar luas. Respons warganet pun bermunculan, sebagian besar menyoroti posisi DK sebagai tenaga pendidik yang seharusnya menjunjung tinggi etika dan integritas.
Wakil Rektor UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Pahmi, membenarkan bahwa DK merupakan bagian dari tenaga pengajar di institusi tersebut. Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi terkait langkah atau sanksi yang akan diambil.
Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai hubungan antara DK dan perempuan yang bersamanya di dalam kamar kos tersebut. Namun, peristiwa ini telah terlanjur menjadi perhatian luas dan memicu diskusi publik, terutama terkait batas etika di lingkungan akademik.