Dari Mengasuh Anak Majikan ke Kursi Terdakwa: Kisah Refpin, ART yang Dituduh Cubit Anak DPRD

Refpin, seorang ART dari Muratara, Sumatera Selatan, kini menjadi terdakwa di Bengkulu atas tuduhan mencubit anak majikannya yang merupakan anggota DPRD.

Tasmalinda
Jum'at, 06 Maret 2026 | 21:47 WIB
Dari Mengasuh Anak Majikan ke Kursi Terdakwa: Kisah Refpin, ART yang Dituduh Cubit Anak DPRD
ART asal Sumsel jadi tersangka pencubitan anak anggota DPRD Bengkulu
Baca 10 detik
  • Refpin, seorang ART dari Muratara, Sumatera Selatan, kini menjadi terdakwa di Bengkulu atas tuduhan mencubit anak majikannya yang merupakan anggota DPRD.
  • Perjalanan hukum Refpin bermula dari laporan dugaan penganiayaan anak majikan setelah terjadi insiden cubitan dalam rumah tangga.
  • Kasus ini memicu perdebatan publik mengenai relasi kuasa dan eskalasi konflik domestik menjadi perkara hukum yang serius.

SuaraSumsel.id - Perjalanan hidup Refpin berubah drastis hanya dalam waktu singkat. Perempuan asal Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, itu awalnya merantau ke Bengkulu dengan harapan sederhana yakni bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) untuk membantu ekonomi keluarga di kampung halaman.

Namun kini, namanya justru tercatat sebagai terdakwa di pengadilan. Refpin harus menjalani proses hukum setelah dituduh mencubit anak majikannya yang merupakan anggota DPRD Bengkulu. Kasus ini pun memantik perhatian publik karena memperlihatkan bagaimana konflik kecil di dalam rumah bisa berkembang menjadi perkara hukum yang besar.

Seperti banyak perantau lainnya dari daerah, Refpin berangkat dari Muratara dengan harapan mendapatkan pekerjaan yang dapat memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.

Ia bekerja sebagai ART di rumah seorang anggota DPRD di Bengkulu. Tugasnya sehari-hari tidak jauh dari rutinitas pekerjaan rumah tangga, termasuk membantu menjaga anak majikannya.

Baca Juga:ART Asal Sumsel Disidangkan karena Dituduh Cubit Anak Anggota DPRD Bengkulu

Bagi Refpin, pekerjaan tersebut menjadi tumpuan untuk mengirimkan uang kepada keluarga di kampung.

Masalah bermula ketika anak majikan menangis dan mengaku dicubit. Tuduhan tersebut kemudian berkembang menjadi laporan ke polisi dengan dugaan penganiayaan terhadap anak.

Perkara yang berawal dari insiden di dalam rumah itu kemudian bergulir ke ranah hukum. Setelah melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi, Refpin akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini pun berlanjut hingga ke tahap persidangan.

Perkara yang menjerat Refpin memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Sebagian pihak mempertanyakan apakah tuduhan cubitan terhadap anak memang harus berujung pada proses hukum hingga ke pengadilan.

Baca Juga:Bank Sumsel Babel Bagikan 5 Tips Menjaga Akun Mobile Banking Tetap Aman

Apalagi, pihak yang melaporkan merupakan keluarga seorang anggota DPRD, sementara Refpin hanyalah pekerja rumah tangga yang datang dari daerah untuk mencari nafkah.

Situasi ini memunculkan perdebatan tentang relasi kuasa antara majikan dan pekerja rumah tangga, serta bagaimana konflik di dalam rumah tangga bisa berkembang menjadi perkara hukum.

Kini Refpin harus menjalani proses persidangan untuk menjawab tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Di ruang sidang itulah berbagai fakta diharapkan terungkap secara lebih jelas.

Bagi perempuan yang awalnya datang ke Bengkulu hanya untuk bekerja dan membantu keluarganya, perjalanan ini tentu jauh dari bayangan.

Kasus Refpin menjadi pengingat bahwa sebuah peristiwa yang tampak sederhana dapat membawa konsekuensi besar dalam kehidupan seseorang—terutama ketika konflik terjadi antara mereka yang memiliki posisi sosial berbeda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini