- Video warga Sumatera Selatan terlantar di Kamboja viral, memohon bantuan pemulangan kepada Gubernur Herman Deru.
- Para pria tersebut mengaku telah "dijual" setelah berangkat karena menerima tawaran pekerjaan yang tidak sesuai kenyataan.
- Pemerintah Sumsel dan kepolisian segera melakukan verifikasi dan pelacakan untuk menindaklanjuti permohonan bantuan ini.
SuaraSumsel.id - Video sejumlah pria yang mengaku warga Sumatera Selatan (Sumsel) terlantar di Kamboja mendadak viral dan memicu gelombang simpati publik. Dalam rekaman tersebut, mereka memohon bantuan kepada Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa agar bisa dipulangkan ke Indonesia.
Berikut 7 fakta penting dari video yang menghebohkan tersebut:
1. Video Berisi Permohonan Bantuan
Dalam video yang beredar luas di media sosial, para pria tersebut menyampaikan permohonan secara langsung kepada pejabat daerah.
Baca Juga:Video 15 Warga Sumsel di Kamboja Mengaku Dijual, Minta Dipulangkan ke Palembang
“Assalamualaikum wr wb… Kami selaku warga Palembang minta dipulangkan ke Palembang,” ujar salah satu pria dalam video itu.
2. Mengaku “Dijual” Setelah Tiba di Kamboja
Salah satu pernyataan yang paling menyita perhatian publik adalah pengakuan bahwa mereka merasa “dijual”.
“Kami dijual pak, kami ini korban pak,” ucap pria tersebut dalam video.
Istilah itu memicu kekhawatiran warganet, meski hingga kini belum ada keterangan resmi terkait detail kejadian yang dimaksud.
Baca Juga:Dividen Bank Sumsel Babel 2025 Rp302,9 Miliar, Disahkan dalam RUPS Tahunan
3. Berangkat karena Tawaran Kerja
Beredar informasi bahwa mereka sebelumnya berangkat ke Kamboja karena tawaran pekerjaan. Namun, kondisi yang mereka alami disebut tidak sesuai dengan janji awal.
Kasus dugaan penipuan kerja ke luar negeri memang kerap terjadi, terutama dengan iming-iming gaji tinggi.
4. Publik Sumsel Heboh dan Beri Dukungan
Video tersebut cepat menyebar dan menuai berbagai reaksi. Banyak warganet membagikan ulang rekaman itu serta mendesak pemerintah untuk segera turun tangan.
Beberapa komentar juga datang dari keluarga yang mengaku memiliki kerabat di luar negeri.