- PT Pertamina EP Zona 4 berhasil mengebor dua sumur migas baru di Prabumulih, Sumatera Selatan, pada tahun 2026.
- Kedua sumur tersebut, TLJ-261 dan GNK-113, mencatatkan potensi produksi minyak gabungan mencapai 4.834,8 barel per hari.
- Keberhasilan pengeboran ini memperkuat upaya perusahaan menjaga ketahanan energi nasional serta mendukung keberlanjutan produksi migas jangka panjang.
SuaraSumsel.id - Upaya menjaga ketahanan energi nasional terus dilakukan PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 melalui pengembangan lapangan migas di wilayah Sumatera Selatan. Hasilnya, dua sumur baru yang berhasil dibor di wilayah kerja Prabumulih Field menunjukkan potensi produksi yang menjanjikan dan membuka peluang pengembangan lapangan baru di masa mendatang.
Dua sumur tersebut, yakni TLJ-261 dan GNK-113, mencatatkan potensi produksi maksimum mencapai 4.834,8 barel minyak per hari (BOPD) berdasarkan hasil uji alir awal atau initial flow test. Capaian ini menjadi salah satu keberhasilan penting dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan produksi migas di tengah tantangan penurunan alami produksi atau natural decline yang terjadi pada lapangan-lapangan migas matang.
General Manager Pertamina EP Zona 4, Djudjuwanto, mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi potensi lapangan yang sudah ada.
“Tantangan natural decline direspons dengan akurasi teknik pengeboran dan kerja cerdas di lapangan. Kami terus mengoptimalkan potensi lapangan eksisting untuk mendukung produksi migas nasional,” ujarnya.
Baca Juga:Cadangan Minyak Baru Ditemukan di Musi Banyuasin, Produksi Pertamina Capai 1.857 Barel per Hari
Pengembangan dua sumur tersebut dilakukan menggunakan kombinasi metode infill drilling dan step out/interfield drilling. Strategi ini memungkinkan perusahaan menemukan cadangan baru sekaligus memaksimalkan potensi reservoir yang telah diketahui sebelumnya.
Sumur TLJ-261 yang berada di antara Struktur Talang Jimar Tengah dan Struktur Prabumulih Barat menjadi salah satu pencapaian penting. Sumur yang mulai ditajak pada 20 April 2026 dan selesai dikomplesi pada 27 Mei 2026 itu menunjukkan potensi produksi mencapai 3.176,8 BOPD serta gas sebesar 1,5 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada saat uji alir awal.
Meski demikian, untuk menjaga keberlanjutan produksi dan kesehatan reservoir, sumur tersebut saat ini diproduksikan dengan laju produksi reguler sekitar 707 BOPD sesuai strategi pengelolaan lapangan yang diterapkan perusahaan.
Keberhasilan TLJ-261 membuka optimisme baru bagi Pertamina EP Zona 4 untuk melanjutkan pengembangan lapangan di area Talang Jimar Barat yang masih menyimpan potensi migas cukup besar.
Optimisme tersebut semakin kuat setelah Sumur GNK-113 di Struktur Gunung Kemala sektor III juga menunjukkan hasil positif. Berdasarkan initial flow test yang dilakukan pada 31 Mei 2026, sumur tersebut mencatatkan potensi produksi minyak sebesar 1.658 BOPD dan gas 1,453 MMSCFD.
Baca Juga:Pertamina EP Temukan Potensi Migas Baru di Muara Enim, Produksinya Tembus Ribuan Barel
Pengeboran GNK-113 merupakan bagian dari program pengembangan lanjutan di area Gunung Kemala yang selama ini menjadi salah satu kontributor produksi migas di wilayah kerja Prabumulih Field.
Senior Manager Subsurface Development and Planning (SSDP) PEP Zona 4, Reza Nur Ardianto, mengatakan hasil yang diperoleh dari kedua sumur tersebut semakin memperkuat keyakinan perusahaan terhadap potensi pengembangan lanjutan di kawasan Talang Jimar maupun Gunung Kemala.
“Keberhasilan pada Sumur TLJ-261 dan GNK-113 memperkuat keyakinan kami terhadap potensi pengembangan lanjutan di area tersebut. Pada 2027 mendatang, PEP Zona 4 berencana melanjutkan pengeboran sumur dengan metode step out/interfield maupun infill untuk mengoptimalkan potensi reservoir yang masih tersedia,” jelasnya.
Menurut Reza, keberhasilan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi saat ini, tetapi juga membuka peluang penambahan cadangan baru yang penting untuk menjaga keberlanjutan produksi migas dalam jangka panjang.
Selain aspek teknis, keberhasilan pengeboran juga tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar wilayah operasi. Sebelum pelaksanaan pengeboran, Pertamina EP Zona 4 melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan tokoh setempat guna memastikan kegiatan berjalan aman dan mendapat dukungan penuh dari lingkungan sekitar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan operasi migas yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian produksi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan hubungan harmonis dengan masyarakat.