- Pelajar SMP berinisial AS (15) meninggal di Ogan Ilir setelah latihan pencak silat, tubuhnya penuh luka.
- Korban, Ketua OSIS aktif, pamit latihan dalam kondisi sehat namun dibawa ke RS dalam kondisi kritis.
- Dugaan kekerasan muncul karena terdapat luka lebam dan tulang retak; polisi kini menyelidiki kasus ini.
SuaraSumsel.id - Peristiwa tragis terjadi di Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Seorang pelajar SMP berinisial AS (15) meninggal dunia setelah mengikuti latihan pencak silat.
Kematian remaja yang dikenal aktif di sekolah itu mengejutkan keluarga dan warga sekitar. Pasalnya, sebelum berangkat latihan, korban disebut dalam kondisi sehat. Namun saat dilarikan ke rumah sakit, tubuhnya justru ditemukan penuh luka.
Keluarga pun menduga ada sesuatu yang tidak wajar dalam peristiwa tersebut dan melaporkannya ke pihak kepolisian. Berikut enam fakta yang terungkap dari kasus kematian pelajar tersebut.
1. Korban merupakan Ketua OSIS di sekolahnya
Baca Juga:Bank Sumsel Babel Siapkan 3 Solusi Finansial untuk Tabungan, Pinjaman hingga Modal Usaha
AS dikenal sebagai pelajar aktif dan dipercaya menjadi Ketua OSIS di SMP Negeri 1 Rantau Alai. Di mata teman-temannya, ia dikenal sebagai sosok yang ramah dan cukup berprestasi. Karena itu, kabar meninggalnya korban secara mendadak membuat pihak sekolah dan masyarakat sekitar sangat terpukul.
2. Sudah tiga bulan mengikuti latihan silat
Korban diketahui aktif mengikuti latihan pencak silat di wilayah Rantau Alai. Menurut informasi yang beredar, ia telah mengikuti latihan tersebut sekitar tiga bulan terakhir dengan jadwal rutin dua kali dalam seminggu. Kegiatan itu awalnya dianggap sebagai aktivitas positif untuk melatih fisik dan kedisiplinan.
3. Pamit latihan dalam kondisi sehat
Pada hari kejadian, korban pamit kepada keluarganya untuk mengikuti latihan silat seperti biasanya. Keluarga menyebut AS berangkat dalam kondisi sehat dan tidak mengeluhkan apa pun. Ia bahkan membawa sebatang tebu yang disebut diminta oleh seniornya dalam latihan tersebut.
Baca Juga:Bank Sumsel Babel Beri Diskon 10 Persen di MDP Super Store, Potongan hingga Rp250 Ribu
4. Tiba-tiba dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis
Beberapa waktu setelah latihan berlangsung, keluarga justru menerima kabar mengejutkan. Korban disebut dilarikan ke rumah sakit di Indralaya dalam kondisi kritis. Kejadian ini membuat keluarga panik karena sebelumnya AS pergi dari rumah dalam keadaan sehat.
5. Tubuh korban ditemukan penuh luka
Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah melihat kondisi tubuh korban. Berdasarkan pemeriksaan medis, ditemukan sejumlah luka lebam di beberapa bagian tubuh, termasuk di leher, punggung, dan paha. Bahkan dari hasil pemeriksaan rontgen disebut terdapat tulang retak di bagian lengan dan punggung.
Temuan ini membuat keluarga menduga ada tindakan kekerasan yang terjadi sebelum korban meninggal dunia.
6. Ada dugaan kekerasan saat latihan silat