- Ledakan gas elpiji 12 kilogram terjadi di kawasan Lemabang, Palembang, merusak rumah dan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
- Sembilan orang, termasuk anak-anak, mengalami luka bakar bervariasi akibat ledakan saat korban sedang memasak dalam jumlah besar.
- Penyebab awal ledakan diduga kuat akibat kebocoran gas elpiji yang kemudian tersambar api saat proses memasak berlangsung.
SuaraSumsel.id - Dentuman keras memecah siang yang semula tenang di kawasan Lemabang, Palembang. Dalam hitungan detik, dapur sebuah rumah warga berubah menjadi lautan api. Ledakan tabung gas elpiji 12 kilogram itu bukan hanya merusak bangunan, tetapi juga merenggut dua nyawa serta melukai anak-anak dan warga sekitar.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi di Lorong Nepos, Jalan Ratu Sianum, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, sebuah kawasan permukiman padat penduduk. Aktivitas memasak yang semula untuk kepentingan keluarga berubah menjadi petaka tak terduga.
Warga sekitar mengaku masih trauma mengingat detik-detik kejadian. Beberapa orang sempat mencium bau gas menyengat sebelum ledakan terjadi.
“Awalnya kami mencium bau gas. Tidak lama kemudian bunyi ledakannya keras sekali, api langsung menyambar keluar dari dapur,” ujar seorang warga yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari lokasi kejadian.
Baca Juga:Siap-Siap! Besok PLN Padamkan Listrik di Palembang
Saat itu, penghuni rumah tengah memasak dalam jumlah besar, diduga untuk persiapan acara keluarga. Tanpa disadari, kebocoran gas elpiji telah memenuhi ruangan, hingga akhirnya tersambar api dan memicu ledakan hebat.
Akibat peristiwa tersebut, sembilan orang mengalami luka bakar, termasuk anak-anak dan balita. Dua korban di antaranya akhirnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Korban pertama adalah istri pemilik rumah, yang menghembuskan napas terakhir pada Sabtu malam akibat luka bakar serius di sebagian besar tubuhnya.
Korban kedua adalah asisten rumah tangga (ART) berusia 63 tahun, yang meninggal dunia keesokan harinya setelah kondisinya terus menurun.
“Korban mengalami luka bakar berat. Tim medis sudah berupaya maksimal, namun kondisinya sangat kritis,” ujar seorang petugas medis di rumah sakit tempat korban dirawat.
Baca Juga:Harga Emas Tembus Rp18 Juta per Suku, Pegadaian Palembang Panen Gadai Emas di Awal Tahun
Tragedi ini kian memilukan karena anak-anak turut menjadi korban. Mereka yang berada di sekitar lokasi saat ledakan terjadi mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan bervariasi, mulai dari 30 hingga 80 persen.
Tangisan keluarga pecah di ruang perawatan. Sejumlah korban masih harus menjalani perawatan intensif karena luka bakar yang cukup luas dan membutuhkan penanganan lanjutan.
Ketua RW 06 Kelurahan 3 Ilir, Datim, mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah terdengar suara ledakan keras dari rumah warganya.
“Saat saya datang ke lokasi, warga sudah ramai membantu pemadaman. Beruntung api cepat dipadamkan,” ujarnya.
Meski api berhasil dikendalikan, ledakan hebat menyebabkan sebagian besar perabot rumah terbakar dan kaca-kaca jendela pecah. Kerusakan terlihat jelas di bagian dapur yang menjadi pusat ledakan.
Dari sembilan korban, tiga orang mengalami luka bakar paling serius hingga 80 persen, yakni Dewi Rohayati, seorang tetangga bernama Umi, serta pembantu rumah tangga bernama Muni.