- Wulandari, pegawai dapur dari Palembang, ditemukan meninggal dunia di kebun nanas Muara Enim.
- Polisi menetapkan AN, rekan kerja korban, sebagai tersangka utama dalam kasus pembunuhan tersebut.
- Motif pembunuhan tragis ini dipicu oleh konflik utang piutang sederhana senilai dua juta rupiah.
SuaraSumsel.id - Kisah ini bermula dari sebuah kehilangan yang tampak biasa, lalu berakhir sebagai tragedi yang mengguncang banyak orang. Wulandari, seorang pegawai dapur asal Palembang, ditemukan tak bernyawa di kebun nanas di Kabupaten Muara Enim.
Di balik penemuan itu, polisi mengungkap rangkaian fakta yang menyayat hati, tentang kepercayaan, konflik kecil, dan nyawa yang melayang.
Berikut 7 fakta tragis yang merangkai kisah Wulandari, disusun untuk membantu pembaca memahami peristiwa ini secara utuh dan manusiawi.
1. Hilang Tanpa Kabar, Keluarga Menunggu dengan Cemas
Baca Juga:Harga Emas Tembus Rp17,9 Juta per Suku, Gadai Emas Warga Sumsel Melonjak
Hari-hari sebelum jasad Wulandari ditemukan diwarnai kecemasan. Ia pergi seperti biasa untuk menjalani aktivitas hariannya sebagai pegawai dapur, tanpa tanda-tanda akan terjadi sesuatu yang buruk. Ketika waktu berlalu dan ia tak kunjung pulang, keluarga mulai mencari. Telepon tak terjawab, pesan tak dibalas, dan kecemasan berubah menjadi firasat buruk.
2. Penemuan Jasad di Kebun Nanas yang Sunyi
Harapan itu runtuh saat warga menemukan jasad perempuan di semak-semak bekas kebun nanas di Desa Gaung Asam, Kecamatan Belida Darat, Kabupaten Muara Enim. Lokasi yang sepi dan jauh dari permukiman membuat peristiwa ini terasa semakin kelam. Kondisi jasad yang telah membusuk menandakan korban sudah meninggal beberapa hari.
3. Identitas Korban Terungkap: Pegawai Dapur Asal Palembang
Polisi memastikan identitas korban sebagai Wulandari, pegawai dapur asal Palembang. Ia dikenal menjalani hidup sederhana dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi keluarga dan rekan-rekannya, Wulandari bukan sosok yang menonjol atau bermasalah, melainkan pekerja yang fokus dan jarang terlibat konflik.
Baca Juga:Mengulik Alasan PLN Masih Mengangkut Batu Bara Lewat Jalan Darat di Sumsel
4. Bukan Orang Asing, Pelaku Rekan Kerja
Penyelidikan mengarah pada fakta yang menyakitkan: pelaku bukan orang asing, melainkan rekan kerja korban. Polisi menetapkan AN (38) sebagai tersangka. Fakta ini menambah lapisan duka karena kejahatan terjadi di lingkaran kepercayaan yang sama, di lingkungan kerja yang selama ini dijalani bersama.
5. Motif Pembunuhan Bukan Asmara
Spekulasi publik sempat mengarah ke motif asmara. Namun polisi menegaskan, pembunuhan Wulandari tidak dilatarbelakangi hubungan pribadi, melainkan utang sebesar Rp2 juta. Konflik finansial sederhana itu memicu emosi pelaku hingga berujung pada kekerasan fatal.
6. Kekerasan Berujung Maut dan Upaya Menghilangkan Jejak
Dari hasil penyidikan, korban dibunuh lalu jasadnya dibuang di area kebun nanas. Cara pelaku menghilangkan jejak menegaskan bahwa tindakan ini bukan kecelakaan, melainkan kejahatan serius. Setiap detail kronologi memperlihatkan betapa rapuhnya batas antara konflik dan kekerasan ketika emosi tak terkendali.