Heboh Warga Temukan Bungkusan Kain Kafan Berlumuran Darah, Dikira Pocong Mini

Penemuan itu sempat menyita perhatian banyak orang. Puluhan warga datang berbondong-bondong untuk melihat dari dekat benda yang dibungkus kain kafan tersebut.

Tasmalinda
Senin, 27 Oktober 2025 | 17:14 WIB
Heboh Warga Temukan Bungkusan Kain Kafan Berlumuran Darah, Dikira Pocong Mini
heboh kain kafan berlumuran darah
Baca 10 detik
  • Warga Desa Galala, Tidore, geger dengan penemuan bungkusan kain kafan berlumuran d4rah di tepi jalan.

  • Polisi memastikan isi bungkusan bukan benda mistis dan masih menyelidiki pelakunya.

  • Warga sempat berkerumun karena mengira benda itu pocong mini yang berkaitan dengan ilmu hitam

SuaraSumsel.id - Warga Desa Galala, Kecamatan Oba Utara, dikejutkan oleh penemuan sebuah bungkusan kain kafan berlumuran darah di tepi Jalan Raya Sultan Nuku pada Jumat malam. Bungkusan putih menyerupai pocong mini itu langsung membuat panik warga sekitar dan menimbulkan dugaan adanya praktik ilmu hitam di kawasan tersebut.

“Awalnya warga mengira itu bungkusan mistis, apalagi kainnya seperti kafan dan ada bercak merah di beberapa bagian,” ujar salah seorang warga, yang ikut melihat langsung lokasi penemuan.

Tak ingin berspekulasi, warga segera melaporkan temuan aneh itu ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, anggota Polsek Oba Utara datang ke lokasi dan langsung memasang garis polisi di sekitar area penemuan, tepatnya di dekat SPBU Galala.

Kapolsek Oba Utara, Ipda Suherlin, membenarkan kejadian tersebut.

Baca Juga:Sumsel Sepekan: Dari Kritik ke Laporan Polisi, Ada Apa di SMKN 7 Palembang?

“Benar, itu terjadi di sekitar SPBU Galala. Warga sempat mengira itu berkaitan dengan ilmu santet,” ujar Suherlin, Sabtu (25/10/2025).

Setelah diperiksa, bungkusan tersebut ternyata tidak berisi benda mistis atau makhluk gaib. Polisi memastikan isi di dalamnya bukan bagian tubuh manusia ataupun benda ritual.
Namun, hingga kini belum diketahui siapa yang meninggalkan bungkusan misterius itu di lokasi.

“Setelah diperiksa, isinya bukan hal yang berbahaya. Tapi kami masih selidiki siapa yang membuangnya,” jelas Suherlin.

Penemuan itu sempat menyita perhatian banyak orang. Puluhan warga datang berbondong-bondong untuk melihat dari dekat benda yang dibungkus kain kafan tersebut.

Namun setelah polisi memastikan bukan hal mistis, warga akhirnya membubarkan diri dan situasi kembali kondusif. “Sempat ramai banget, banyak yang datang karena dikira pocong sungguhan,” ujar seorang warga sambil tertawa lega.

Penemuan benda menyerupai “pocong” bukan kali pertama terjadi di wilayah Maluku Utara. Sebelumnya, beberapa kejadian serupa juga sempat viral karena dikaitkan dengan ritual gaib atau ilmu santet, meski akhirnya terbukti bukan hal mistis.

Baca Juga:Klasemen Porprov XV Sumsel Berubah Drastis! Dua Emas Muba Resmi Dicabut

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mudah termakan isu horor atau supranatural, serta tetap melapor ke pihak berwenang bila menemukan hal mencurigakan di ruang publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak