Warga Sumsel Makin Sering Jajan, Konsumsi Makanan Jadi Tembus Rp184 Ribu per Bulan

Dalam tiga tahun terakhir, masyarakat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan kecenderungan yang makin kuat terhadap konsumsi makanan dan minuman jadi.

Tasmalinda
Minggu, 08 Juni 2025 | 12:24 WIB
Warga Sumsel Makin Sering Jajan, Konsumsi Makanan Jadi Tembus Rp184 Ribu per Bulan
Warga Sumsel makin sering jajan, makin sering beli makanna dan minuman jadi

Di kawasan perkotaan, persentase pengeluaran untuk makanan jadi mencapai 29,83 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk perdesaan yang hanya 23,13 persen.

Makin Kaya, Makin Sering Jajan

Tren lainnya yang terungkap dari data BPS adalah adanya korelasi antara tingkat pengeluaran dan preferensi terhadap makanan jadi.

Masyarakat yang berada pada kuintil pengeluaran tertinggi (kuintil V) mencatatkan konsumsi makanan dan minuman jadi sebesar 27,88 persen dari total pengeluaran makanan mereka.

Baca Juga:Festival Bulan Juni di Palembang Hadir Lagi, Komunitas Suarakan Krisis Lingkungan

Sementara itu, pada kelompok terbawah (kuintil I), angkanya hanya 22,41 persen.

Artinya, semakin tinggi daya beli seseorang, semakin besar pula kemungkinan mereka memilih kenyamanan dan kepraktisan makanan jadi dibanding memasak sendiri.

Dampak Sosial dan Gizi

Fenomena ini bisa dipandang dari dua sisi.

Di satu sisi, meningkatnya konsumsi makanan jadi mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat yang makin modern dan sibuk.

Baca Juga:Selamat Datang Sumsel United! Sriwijaya FC Tak Lagi Sendiri di Liga 2

Di sisi lain, ini bisa memicu persoalan kesehatan jika tidak diimbangi dengan kesadaran gizi dan pola makan seimbang.

Pakar gizi kerap mengingatkan bahwa makanan jadi cenderung tinggi kalori, garam, gula, dan lemak, yang dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, dan penyakit metabolik lainnya.

Perubahan pola konsumsi ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah, pelaku industri makanan, dan masyarakat sendiri.

Diperlukan edukasi dan pengawasan terhadap kualitas makanan jadi yang beredar di pasaran, sekaligus peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi makanan sehat.

Jika tren ini terus meningkat tanpa kontrol, bukan tidak mungkin tantangan gizi buruk atau penyakit degeneratif akan meningkat di masa depan, meskipun kalori yang masuk ke tubuh sudah lebih dari cukup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak