- Pengobatan alternatif Ferizka Utami viral karena menerapkan terapi totok daun sirih pada bayi di media sosial.
- Ketua IDAI menyoroti tindakan tersebut dari aspek medis dan rencana pelaporan ke KPAI untuk penelaahan lebih lanjut.
- Video tersebut memicu perdebatan luas antara masyarakat yang mendukung tradisi dengan pihak yang meragukan keamanan metode pengobatan.
SuaraSumsel.id - Nama Ferizka Utami mendadak ramai diperbincangkan publik usai video dirinya melakukan terapi totok daun sirih kepada seorang bayi yang menangis viral di media sosial. Video tersebut menuai pro dan kontra, bahkan memancing reaksi keras dari kalangan medis.
Dalam video yang beredar luas, Ferizka terlihat melakukan pengobatan alternatif menggunakan daun sirih kepada bayi yang terus menangis. Tayangan itu kemudian memicu perdebatan di jagat maya. Sebagian warganet mempertanyakan keamanan metode tersebut, sementara sebagian lain menyebut pengobatan alternatif itu sudah biasa dilakukan.
Sorotan juga datang dari Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI yang menilai tindakan terapi kepada bayi di video tersebut perlu ditinjau dari aspek medis dan perlindungan anak.
Lalu, siapa sebenarnya Ferizka?
Baca Juga:5 Tukang Jahit Baju Pengantin Terbaik di Palembang, Hasil Rapi dan Banyak Dicari Jelang Nikah
Ferizka dikenal sebagai praktisi pengobatan alternatif yang cukup populer dengan metode totok syaraf menggunakan daun sirih. Ia disebut berasal dari Palembang dan telah membuka praktik pengobatan alternatif bernama Rumah Sirih Palembang sejak 2012.
Tak hanya di Palembang, Ferizka juga disebut membuka cabang praktik di Jakarta sejak 2022.
Namanya juga sempat muncul di sejumlah program televisi nasional. Dalam beberapa tayangan, Ferizka mengaku memiliki kemampuan khusus untuk mendeteksi penyakit sejak kecil dan kemudian mengembangkan metode pengobatan alternatif yang kini dikenal luas.
Sementara itu, video viral tersebut juga menyeret nama Intan Retno Safitri, ibu dari bayi yang menjalani terapi. Akun media sosialnya kini ramai diserbu komentar warganet.
Kasus ini menjadi perbincangan luas karena menyangkut bayi dan metode pengobatan yang belum tentu dipahami semua pihak. Banyak netizen meminta ada penjelasan ilmiah terkait keamanan terapi tersebut.
Baca Juga:5 SDIT Favorit di Palembang untuk PPDB 2026, Cek Estimasi Biaya, Tahfidz dan Fasilitasnya
Di sisi lain, sebagian masyarakat justru membela Ferizka karena menilai metode pengobatan tradisional sudah lama dikenal di Indonesia.
Hingga kini, polemik mengenai video terapi totok daun sirih tersebut masih terus bergulir di media sosial.
Nama Ferizka pun semakin banyak dicari publik di mesin pencarian, mulai dari profil, tempat praktik, hingga kontroversi yang kini menyeret namanya ke sorotan nasional.