Negosiasi 2 Jam Menegangkan, Polisi Gagalkan Penyanderaan Anak di Empat Lawang

Insiden ini terjadi saat korban, M. Kenzi, disandera di pondok kebun orang tuanya dengan ancaman senjata tajam.

Tasmalinda
Minggu, 08 Desember 2024 | 15:31 WIB
Negosiasi 2 Jam Menegangkan, Polisi Gagalkan Penyanderaan Anak di Empat Lawang
Ilustrasi penculikan anak. Insiden ini terjadi saat korban, M. Kenzi, disandera di pondok kebun orang tuanya dengan ancaman senjata tajam. (SHutterstock)

SuaraSumsel.id - Identitas Jefry, pelaku penyanderaan anak di Desa Tabah Kebun, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, akhirnya terungkap. Pria asal Jambi itu kini menjalani perawatan medis di RSUD Empat Lawang setelah dilumpuhkan oleh petugas usai aksi penyanderaan yang menggemparkan warga pada Minggu (8/12/2024).

Insiden ini terjadi saat korban, M. Kenzi, disandera di pondok kebun orang tuanya dengan ancaman senjata tajam.

Kapolres Empat Lawang AKBP Dody Surya Saputra melalui Kapolsek Tebingtinggi AKP Elan Sitompul didampingi Kasat Reskrim AKP Alpian mengatakan motif pelaku melakukan penyanderaan anak masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwaa penyanderaan bermulapelaku datang ke lokasi pondok kebun orang tua korban sekitar dua kilometer dari pemukiman warga. Saat itu orang tua korban menyadap karet dan perawatan kebun dengan cara merumput.

Baca Juga:Ada 271 Event Spektakuler Sumsel Siap Gaet Wisatawan Lokal dan Mancanegara

Tiba tiba pelaku langsung naik ke pondok dan menggendong korban lalu melakukan penyanderaan di dalam pondok kecil milik orang tua korban.

Dengan memegang senjata tajam jenis pisau, sontak anak kecil yang menjadi korban penyanderaan ini berteriak ketakutan.

Mendengar teriakan anaknya, orang tua korban sontak bergegas ke pondok.  Ibunda korban memberitahu saudari perempuan Ari warga terdekat dan langsung melaporkan ke Polsek Tebingtinggi Polres Empat Lawang. Polisi langsung ke TKP melakukan negosiasi.

Warga banyak yang datang ingin menyaksikan proses negosiasi.

Polisi dipimpin Kanit Reskrim melakukan negosiasi kurang lebih dua jam kepada korban secara persuasif dan meredam emosi massa.

Baca Juga:Napak Tilas 76 Tahun Pria Belanda Berteley Menyusuri Masa Kecil di Palembang

Pelaku sempat berbicara dengan polisi, saat itu pelaku masih menempelkan sajam di leher korban.

“Saat ini anggota masih melakukan penyelidikan motif pelaku melakukan aksi. Di RSUD polisi masih berjaga, sedangkan kami masih menunggu laporan dari orangtua korban bagian Reskrim. Harapan kami kepada warga jika ada orang yang mencurigakan seyogianya dapat langsung memberitahukan kepada polisi. Kami siap melayani masyakarat, untuk melindungi dan menjaga rasa aman kepada masyarakat,” imbau AKP Elan Sitompul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak