“Kami percaya bahwa kader-kader PDIP di Musi Banyuasin, yang telah lama berjuang bersama masyarakat, lebih memahami dinamika dan kebutuhan daerah ini. Mereka adalah pejuang-pejuang yang siap bekerja keras di lapangan dan memiliki komitmen untuk meneruskan perjuangan ideologi partai di tengah masyarakat,” ucapnya.
Rizal menjelaskan, mendukung kader sendiri untuk maju dalam Pilkada bukan hanya soal memenuhi syarat pencalonan, tetapi juga tentang menjaga marwah dan integritas partai sebagai partai perjuangan yang tidak tunduk pada kepentingan pragmatis sesaat.
“Kami berharap agar DPP mempertimbangkan kembali keputusan untuk merekomendasikan pasangan calon non-kader. Kami khawatir, keputusan ini diwarnai oleh kepentingan oknum-oknum yang kurang memahami kondisi nyata di Musi Banyuasin,” jelas dia.
Sebagai kader di lapangan yang akan berjuang langsung dalam Pilkada, terang Rizal, merasakan adanya urgensi untuk mengusung kader sendiri agar dapat memberikan pilihan yang benar-benar mewakili aspirasi masyarakat Musi Banyuasin.
Baca Juga:Meriahnya Perayaan 50 Tahun MILO di Palembang, Ajang Sport Tourism nan Menarik
Pihaknya berharap agar suara dan aspirasi kader PDIP Muba ini didengar dan dipertimbangkan dengan seksama oleh Ketua Umum dan seluruh pimpinan DPP. Senagai kader, pihaknya tidak bermaksud untuk menjelekkan siapa pun, apalagi selaku Ketua Umum yang sangat kami hormati.
“Namun, kami percaya bahwa dengan mendengarkan suara dari bawah, kita semua dapat bergerak lebih sinergis dan solid dalam memenangkan hati rakyat dan melanjutkan perjuangan partai,” terang dia.
Rizal menambahkan, sebagai kader tentu siap menerima segala keputusan yang diambil oleh DPP, dan akan terus berjuang demi kemenangan PDIP di Musi Banyuasin.
“Besar harapan kami agar keputusan ini dapat benar-benar mencerminkan aspirasi dan kehendak kader serta masyarakat yang kami wakili,” tandasnya.
Baca Juga:Palembang Makin Canggih! Tiket LRT Sumsel Kini Bisa Dibeli Pakai QRIS