Bikin Ribut! Siswa di Palembang Dilarang Bawa Lato-Lato ke Sekolah

Sekolah di Palembang diminta melarang anak-anak membawa permainan lato-lato ke sekolah.

Tasmalinda
Selasa, 17 Januari 2023 | 19:56 WIB
Bikin Ribut! Siswa di Palembang Dilarang Bawa Lato-Lato ke Sekolah
Bocah menunjukkan permainan lato-lato yang sedang viral. Siswa di Palembang dilarang bawa lato-lato ke sekolah (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

SuaraSumsel.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang, Sumatera Selatan melarang siswa membawa mainan lato-lato ke lingkungan sekolah. Hal ini dinilai berdampak  negatif seperti mengganggu kenyamanan dalam belajar dan sebagainya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ansori mengatakan larangan tersebut sudah disampaikan melalui surat edaran kepada semua sekolah, baik tingkat SD maupun SMP.

Melansir ANTARA, edaran larangan membawa mainan lato-lato ke sekolah dimaksudkan untuk menjaga kenyamanan anak-anak dalam proses belajar mengajar. Selain itu, agar selama di sekolah anak-anak bisa fokus belajar, juga untuk menjaga keselamatan anak-anak dan menghindari kerusakan sarana prasarana di sekolah.

Sejarah Lato-Lato

Baca Juga:Sempat Buron ke Sumsel, Pelaku Penusukan Pedagang Asongan di Karawang Dicokok Polisi

Permainan ini populer di Amerika Serikat dan Kanada pada 1960 an dan juga di Inggris pada 1971.

Lato-lato atau kato-kato adalah nama yang digunakan di Sulawesi Selatan. Di Barat mainan ini disebut clackers, yang terdiri dari dua buah bola plastik padat, terhubung oleh sebuah tali atau benang.

Seperti di Indonesia, pada akhir1960 hingga awal 1970, permainan ini sangat digandrungi oleh anak-anak di AS dan Kanada. Di Inggris, BBC bahkan membuat tayangan khusus tentang clackers pada 1971.

Seperti dilansir dari berita The New York Times pada 12 Februari 1971, lembaga pengawas makanan dan obat-obatan AS (FDA) merilis peringatan akan bahaya clackers.

Dalam berita itu disebutkan bahwa ada setidaknya dua orang anak dan dua orang dewasa yang mengalami luka akibat lato-lato. Dalam insiden-insiden itu, bola lato-lato pecah dan serpihannya menyebabkan luka di dekat mata empat orang korban tersebut.

Baca Juga:Harga Karet di Sumsel Kian Merosot, Ekonomi Makin Sulit

Tak lama berselang, clackers pun ditarik dari pasaran dan dilarang dipasarkan di AS dan Kanada.

Lifestyle

Terkini

Pihak keluarga bayi yang alami kelalaian jari kelingking terpotong karena ulah perawat minta tolong ke Hotman Paris.

News | 14:24 WIB

Harga cabai di Sumatera Selatan (Sumsel) terus merangkak naik sejak awal tahun lalu.

News | 13:48 WIB

Netizen emosi, kesal dan mempertanyakan sertifikasi perawat yang menangani bayi yang baru berusia 8 bulan tersebut.

News | 15:51 WIB

Sebanyak 600 mantan karyawan PT Pusri yang berstatus pensiunan melaporkan uang yang dipotong Rp15.000 perbulan.

News | 11:33 WIB

Mantan pelatih Sriwijaya FC, Suimin Diharja tutup usia, beliau dikenal tegas sekaligus pernah selamatkan klub dari degradasi tahun

News | 11:06 WIB

Pihak keluarga menceritakan sesalnya kepada perawat yang sudah dingatkan tidak perlu pakai gunting.

News | 22:21 WIB

Jari kelingking bayi di Palembang terpotong saat perawat mengganti tali infus.

News | 21:27 WIB

Mahasiswa Unbara mengalami luka tembak di bagian pantat karena tertembak orang tidak dikenal (OTD).

News | 20:43 WIB

Perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro membludak meski masih pandemi Covid-19.

News | 13:29 WIB

Gunung kerinci di perbatasan Jambi dan Sumbar kembali erupsi pagi ini.

News | 12:18 WIB

Pengelaman tidak mengenakkan dialami pengunjung yang ikut meramaikan perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro.

News | 10:31 WIB

"Kapal terbakar, tapi penumpang seluruhnya selamat. 19 penumpang berhasil dievakuasi,"

News | 12:12 WIB

Kehidupan harmoni antara manusia dan gajah Sumatera di lanskap Padang Sugihan Sumsel dilakukan digital dengan komik strip di instagram.

News | 11:42 WIB

Mantan dirut BUMD Swarna Dwipa Augie Yahya dituntut 8 tahun penjara bersama dengan tersangka lainnya Ahmad Tohir.

News | 10:59 WIB

Korban arisan online tidak hanya berasal dari Kota Palembang tetapi juga ada yang dari luar Palembang.

News | 08:53 WIB
Tampilkan lebih banyak