- Badan Geologi memantau intensif Gunung Dempo di Pagaralam yang statusnya masih Level II (Waspada) akibat aktivitas vulkanik terekam.
- PVMBG mengimbau pendaki dan wisatawan tidak mendekati kawah dalam radius 1 kilometer karena potensi lontaran material vulkanik.
- Masyarakat di sekitar lereng harus tetap tenang, memantau informasi resmi, serta menghindari aktivitas di zona berbahaya terdekat kawah.
SuaraSumsel.id - Aktivitas vulkanik Gunung Dempo di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan terus dipantau intensif oleh pihak Badan Geologi. Hingga laporan terbaru, gunung api setinggi lebih dari 3.100 meter itu masih berada pada Status Level II (Waspada), sehingga masyarakat di sekitar lereng diminta lebih waspada dan mengikuti rekomendasi resmi demi keselamatan.
Status ini menunjukkan bahwa Meski tidak ada letusan besar, Gunung Dempo menunjukkan dinamika aktivitas vulkanik yang cukup signifikan. Aktivitas tersebut terekam melalui berbagai alat pengamatan, termasuk seismograf yang mencatat gempa-gempa vulkanik serta tremor menerus — indikator bahwa sistem vulkanik masih aktif.
Kondisi visual gunung terlihat bergantian antara jelas dan tertutup kabut, namun tidak teramati asap keluar dari kawah secara konsisten. Meski demikian, potensi bahaya seperti gas vulkanik atau lontaran material letusan tetap menjadi perhatian utama.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Badan Geologi menyampaikan imbauan penting kepada warga, pendaki, dan wisatawan:
Baca Juga:Mudik Gratis Sumsel 2026 Jalur Kereta Masih Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
- Tidak mendekati kawah dalam radius 1 kilometer.
- Tidak beraktivitas hingga 2 kilometer ke arah sektor utara dari kawah.
- Tetap tenang dan jangan mudah terpancing oleh informasi tidak resmi.
- Ikuti arahan resmi dari otoritas terkait jika terjadi perubahan kondisi.
- Imbauan ini dibuat karena wilayah dekat kawah atau area rawan bisa terkena dampak dari erupsi freatik atau lontaran batuan vulkanik yang sifatnya tak terduga.
Gunung Dempo: Gunung Api dan Destinasi Wisata Ikonik
Gunung Dempo merupakan salah satu gunung api aktif yang menjadi ikon wisata alam di Sumatera Selatan. Terletak di perbatasan Kota Pagaralam, Kabupaten Lahat, dan Kabupaten Empat Lawang, gunung ini memiliki beberapa kawah dan puncak yang menjadi tujuan pendakian dan penelitian ilmiah.
Namun, dinamika aktivitas vulkanik yang masih berlangsung mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan lebih penting daripada kegiatan pendakian atau wisata di area berisiko.
Apa yang Harus Dilakukan Warga?
Untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga, berikut langkah yang dianjurkan:
Baca Juga:Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel, Solusi Keuangan Terencana dengan Peluang Raih Toyota Rush
- Pantau secara berkala informasi dari BPBD dan Badan Geologi.
- Hindari area berbahaya terutama dekat kawah.
- Siapkan rencana evakuasi jika terjadi peningkatan status.
- Jaga komunikasi dengan tetangga dan tokoh masyarakat demi koordinasi tanggap bencana yang lebih baik.
- Dengan mengikuti prosedur keselamatan, masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada terhadap setiap perkembangan aktivitas Gunung Dempo.
Mengapa Kita Perlu Tetap Waspada?
Gunung berapi seperti Dempo memiliki karakter yang bisa berubah dalam waktu singkat. Aktivitas vulkanik bisa meningkat secara tiba-tiba tanpa gejala yang kuat, terutama pada letusan tipe freatik yang sering terjadi tanpa peringatan awal yang jelas.
Oleh karena itu, menjaga kewaspadaan dan mengikuti arahan otoritas adalah langkah penting untuk meminimalkan risiko dan keselamatan masyarakat di sekitar lereng gunung.
Status Gunung Dempo masih berada di Level II (Waspada). Meski belum ada letusan signifikan, potensi bahaya tetap ada. Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk menjauhi area rawan, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti informasi resmi dari otorita.