3. Sempat Jadi Jembatan Termegah di Asia Tenggara
Panjang jembatan Ampera mencapai 1.177 meter dengan lebar 22 meter serta tinggi 63 meter. Menaranya punya rentang 75 meter. Diprekirakan memiliki berat 944 ton. Jembatan ini pernah menjadi jembatan termegah di Asia Tenggara.
4. Jembatan modern, bagian tengah bisa naik dan turun
Jembatan Ampera ini tergolong paling modern, karena bagian tengahnya bisa naik dan turun. Teknologi ini guna memudahkan kapal-kapal yang melinntas di Jembatan tersebut melintas.
Baca Juga:Dewan Pengupahan Sumsel Rekomendasi UMP 2023 Naik Rp 27 Ribu, Buruh Menolak
Mengingat karena Sungai Musi menjadi perlintasan dagang di Palembang, Sumsel. Sampai kekinian, Sungai Musi masih kerap dijadikan arus transportasi antar daerah.
Sayangnya teknologi ini, tidak lagi ada di tahun 1970 an.
5. Warna jembatan berubah-ubah
Jembatan ini mulanya berwarna abu-abu. Pada tahun 1970 an, jembatan ini berubah warna menjadi kuning pada tahun 1992. Barulah kemudian berwarna merah yang mencolok, pada tahun 2002.
6. Dilengkapi Analog Raksasa
Baca Juga:Tambang Batu Bara Ilegal di Lahat Sumsel Ditertibkan, Modus Operasinya Begini
Di jembatan ini pun dipasang jam analog, sebagai penanda (hitung mundur) pelaksanaan Asian Games 2018 yang dihelat di Palembang dan Jakarta. Jembatan Ampera juga menjadi penanda berbagai kegiatan penting di Palembang.