facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Terungkap! Begini Cara Doni Salmanan Kuras Harta Ratusan Investor Hingga Merugi Rp24 Miliar

Tasmalinda Kamis, 04 Agustus 2022 | 13:28 WIB

Terungkap! Begini Cara Doni Salmanan Kuras Harta Ratusan Investor Hingga Merugi Rp24 Miliar
Doni Salmanan [YouTube/Doni Salmanan]

Terdapat 142 orang yang jadi korban penipuan berkedok investasi tersebut yang mengalami kerugian jutaan sampai miliaran rupiah.

SuaraSumsel.id - Doni Salmanan menjalani sidang perdana di Pengadila Bale Bandung, Kabupaten Bandung, Kamis (4/8/2022). Dalam dakwaannya, ratusan korban disebut mengalami kerugian hingga Rp 24 miliar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaan untuk Doni Salmanan. Terdapat 142 orang yang jadi korban penipuan berkedok investasi tersebut yang mengalami kerugian jutaan sampai miliaran rupiah.

Modus Doni Salmanan melakukan penipuan berawal dari ajakan berinvestasi lewat sebuah video yang diunggah di kanal Youtube King Salmanan sekaligus menyertakan tautan agar para korban mengikuti untuk berinvestasi.

"Akibat adanya berita bohong dan menyesatkan dari terdakwa tersebut, masyarakat yang tertarik menjadi konsumen untuk menggunakan jasa layanan Quotex," kata jaksa penuntut umum yang diketuai Romlah di persidangan.

Baca Juga: Modus Pembobol ATM Lintas Provinsi: 26 ATM Bank Sumsel Babel Dibongkar Dengan Alat Capit

Empat video yang diunggah Doni Salmanan mengandung unsur berita bohong.

Doni Salmanan (Instagram/rumpi_gosip)
Doni Salmanan (Instagram/rumpi_gosip)

"Setelah uang para member telah didepositkan, kemudian para member mengikuti cara-cara bermain seperti yang diajarkan oleh terdakwa di grup, namun ketika mencoba bermain beberapa kali seluruh member tetap gagal dan lost sehingga mengalami kerugian," kata jaksa.

Usai mendaftar, calon investor dimasukkan ke dalam grup Telegram oleh Doni Salmanan. Doni lebih detail menjelaskan bagaimana cara investasi di aplikasi tersebut.

Doni Salmanan dan Dinan Fajrina [Instagram/@dinanfajrina]
Doni Salmanan dan Dinan Fajrina [Instagram/@dinanfajrina]

Melansir ANTARA, Doni didakwa Pasal 45A ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sebagaimana dakwaan kesatu.

Baca Juga: Bahaya! Ribuan Kosmetik Ilegal, Beracun Dan Kadaluwarsa Ditemukan di Sumsel

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait