Update Harga Cabai Pekan Ini: di Palembang Rp95.000 Per Kilogram, di Luar Palembang Masih Rp120.000 Per Kilogram

Harga cabai Sumatera Selatan mulai mengalami perkembangan, di Palembang mengalami penurunan sedangkan di luar Palembang masih tinggi.

Tasmalinda
Senin, 18 Juli 2022 | 17:04 WIB
Update Harga Cabai Pekan Ini: di Palembang Rp95.000 Per Kilogram, di Luar Palembang Masih Rp120.000 Per Kilogram
Ilustrasi harga cabai [suara.com/faqih faturrahman]

SuaraSumsel.id - Harga cabai pada pekan ini mulai mengalami penurunan setelah perayaan Idul Adha. Di kota Palembang, harga cabai mulai menurun, berkisar di angka Rp95.000 per kilogram, cabai rawit oranye berkisar Rp80.000 perkilogram, dan rawit jengki Rp50.000 perkilogram.

Fitri, pedaagang sayur di Pasar pagi Aridoillah Palembang. "Hari ini, harga cabai turun cukup signifikan," katanya, Senin (18/7/2022).  Pasokan cabai kini mulai berlimpah sekaligus permintaan menurun setelah lebaran.

Menurut ia, perlebaran idul adha kebutuhan cabai meningkat dan pasokan sedikit akibatnya harga cabai rata-rata dijual Rp 120 ribu per kilogram. "Kondisi tersebut bertahan hingga sepekan setelah lebaran, karena memang pasokan cabai belum normal," tambah dia.

Sedangkan pedagang lainnya, Agung mengatakan untuk harga ayam potong masih berkisar Rp 34.000 per kilogram. "Ayam dan ikan masih tinggi harganya meskipun sudah mengalami penurunan," katanya.

Baca Juga:Awal Pekan, Sumsel Berawan Dengan Potensi Hujan Ringan

Bukan hanya sayuran mulai turun, warga Palembang kini mulai menikmati minyak goreng dengan harga terjangkau. Melansir wongkito.com-jaringan Suara.com, Agustin warga Palembang mengaku kini tidak kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau.

Sementara harga cabai di pasar tradisional Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, sepekan setelah Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah masih bertahan tinggi senilai Rp120.000 per kilogram (Kg).

"Sudah satu Minggu pasca Lebaran harga cabai merah keriting tidak bergerak turun masih sama diangka Rp120.000/Kg seperti pada H-3 Idul Adha," kata Dona, salah seorang pedagang cabai di Pasar Atas Baturaja ibu Kota Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Senin.Tingginya harga bumbu dapur itu disebabkan karena pengiriman cabai dari sentra produksi di Jawa sangat terbatas dan juga disebabkan banyak petani di daerah itu mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrem.

"Secara otomatis stok cabai di Baturaja juga sangat terbatas sehingga harganya masih mahal. Kalau harga normal paling sekitar Rp50.000/Kg," katanya.

Kondisi tersebut dikeluhkan pedagang karena berdampak pada daya beli masyarakat yang turun drastis lebih dari 50 persen dari biasanya. Sejak harga meroket masyarakat hanya membeli dalam jumlah sedikit untuk kebutuhan dapur, bahkan tak jarang cabai yang dijual pedagang tidak laku hingga membusuk.

Baca Juga:Sumsel Sepekan, Air Sungai Musi Makin Tercemar dan 5 Berita Menarik Lainnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak