Klarifikasi Soal Agama Rendang dan Minang, Gus Miftah Bandingkan Dengan Nasi Mandi

Gus Miftah membandingkan rendang yang dinilai sebagai budaya Minang dengan Nasi Mandhi yang

Tasmalinda
Senin, 20 Juni 2022 | 14:00 WIB
Klarifikasi Soal Agama Rendang dan Minang, Gus Miftah Bandingkan Dengan Nasi Mandi
Gus Miftah bandingkan dengan nasi Mandhi [Suara.com/Alfian Winanto]

SuaraSumsel.id - Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah baru - baru ini mempertanyakan soal agama dari masyarakat rendang. Hal ini sebagai reaksi munculnya kehebohan atas nasi rendang babi yang viral di media sosial. Sejumlah pihak geram pada Gus Miftah.

Menjawab pertanyaan publik, Gus Miftah pun mempertanyakan mengenai agama masakan rendang. Belakangan Ustaz Adi Hidayat atau UAH menanggapi pertanyaan Gus Miftah tersebut. Ia pun menyamakan tradisi masakan rendang halal di Minangkabau dengan tradisi dan budaya lain seperti angklung, calung, dan batik.

"Ada pertanyaan sejak kapan rendang itu punya agama, apa jawabannya? Sejak batik, calung, angklung punya kewarganegaraan," jawab Ustaz Adi Hidayat, dilansir Hops.ID dari kanal Youtube Adi Hidayat Official, Sabtu, 19 Juni 2022.

UAH menganalogikan jika tradisi dan budaya seperti batik, angklung, dan lain-lain diklaim negara lain, maka orang Indonesia akan menolak hal tersebut.

Baca Juga:Sejarawan Sumsel Erwan Suryanegara: Pusat Sriwijaya Berada di Seputaran Komplek PT Pusri

"Pentanyaannya sama sejak kapan batik punya kewarganegaraan? Kan sama saja. Artinya itu adalah pertanyaan tidak berfaedah karena itu sudah menjadi bagian dari budaya yang melekat," ujar UAH.

Melansir hop.id- jaringan Suara.com, Ustaz Adi Hidayat menyebut jika adat makanan rendang sudah melekat dan bisa menjadi sebuah hukum. 

"Dalam kaidah ushul fiqh dikatakan al adatul muhakkamh kalau sudah melekat, sudah baik dikenal, maka jadi hukum, kalau sudah jadi hukum, maka dikenal oleh masyarakat, kalau berbeda dengan itu, maka ada sesuatu yang menyimpang," ujarnya.

Terkait hal itu, Gus Miftah memberikan klarifikasi. Dirinya menyatakan tidak ada maksud untuk menghina masyarakat minang atau Padang.

Hal tersebut dikatakan Gus Miftah melansir dari akun YouTube DH Entertainment News yang dipublikasikan pada 18 Juni 2022 lalu.

Baca Juga:Sumsel Sepekan: Vonis Alex Noerdin Dalam Dua Pusaran Korupsi dan 4 Berita Menarik Lainnya

"Intinya saya bukan menghina Padang tidak. Catat ya, Padang salah satu ibu kota yang saya hormati. Tapi ketika kita berbicara rendang, rendang itu kan jenis makanan. Jengkol juga bisa di rendang, petai juga bisa di rendang," kata Gus Miftah, dilihat Senin (20/6/2022).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini