facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sejarawan Sumsel Erwan Suryanegara: Pusat Sriwijaya Berada di Seputaran Komplek PT Pusri

Tasmalinda Senin, 20 Juni 2022 | 10:50 WIB

Sejarawan Sumsel Erwan Suryanegara: Pusat Sriwijaya Berada di Seputaran Komplek PT Pusri
Warga menunjukkan perhiasan emas yang diduga peninggalan masa kerajaan Melayu kuno atau Kerajaan Sriwijaya di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (28/10/2021). Kerajaan Sriwijaya diperkirakan berada di seputaran PT Pusri Palembang. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Sementara mengenai fakta-fakta pendukung hal tersebut, sudah banyak ditemukan temuan pendukungnya.

SuaraSumsel.id - Sejarawan dan budayawan Sumsel, Erwan Suryanegara mengungkapkan jika Kerajaan Sriwijaya berada di seputaran PT Pusri. Sementara mengenai fakta-fakta pendukung hal tersebut, sudah banyak ditemukan temuannya.

Dia mengungkapkan jika temuan tersebut pun dikuatkan dengan penelitian dari peniliti dari luar. Selain membahas pusat kerajaan Sriwijaya, ia pun membahas mengenai sistem politik yang dianut Sriwijaya.

"Menurut saya, Sriwijaya sudah menjalankan kehidupan demokrasi, dengan implementasi yang diberikan dalam bentuk kedautaan atau perdatuan. Sriwijaya selama tujuh abad, telah menjunjung tingggi demokrasi," ujarnya dalam diskusi yang berlangsung di hotel Swarna Dwipa, Minggu (19/6/2022).

Dia pun mengungkapkan penelitian-penelitian yang menguatkan keberadaan Sriwijaya berada di seputaran PT Pusri Palembang juga memperkuat temuan - temuan yang ada.

Baca Juga: Sumsel Sepekan: Vonis Alex Noerdin Dalam Dua Pusaran Korupsi dan 4 Berita Menarik Lainnya

"Bahkan, ini juga dikuatkan dengan peneliti dari luar," tegasnya melansir Ampera.co-jaringan Suara.com, Senin (20/6/2022).

Peneliti BRIN umsel, Wahyu RA mengatakan sejarah mengenai Sriwijaya, merupakan sejarah kerajaan yang besar pada zaman dulu. Sejarah ini mesti dipertahankan agar generasi muda ke depaan menjadikan Sriwijaya menjadi bagian dari cerita sejarah.

Sumsel pernah menjadi daerah istimewa. Setelah Repulik Indonesia Serikat (RIS) sekitar tahun 1948 Sumsel dipecah menjadi tiga wilayah provinsi.

"Baru di tahun 1960 baru memecahkan diri menjadi provinsi Sumsel," sambung ia. 

Transportasi yang dipergunakan ialah Sungai. Mobilisasi warga melalui transportasi air, lebih terisolir sehingga membentuk marga. Dari marga ini terbentuk tatanan masyarakat yang demokratis.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG 20 Juni 2022: Sumsel Berawan Dengan Potensi Hujan Sedang

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait