Ribuan Sapi di Palembang Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku, Tersebar di Tujuh Kawasan

Ya itu kondisi yang kami temukan selama satu pekan terakhir ini, (ribuan sapi) terpapar PMK karenasudah hampir merata di Palembang,"

Tasmalinda
Kamis, 09 Juni 2022 | 06:50 WIB
Ribuan Sapi di Palembang Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku, Tersebar di Tujuh Kawasan
Ribuan sapi di Palembang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku [ANTARA]

SuaraSumsel.id - Ribuan ternak sapi di Kota Palembang, Sumatera Selatan ditemukan terpapar penyakit mulut dan kuku atau PMK. Temuan itu tersebar di tujuh kawasan peternakan di antaranya kawasan Sekojo, Talang Jambe, Keramasan, Gandus, Sukawinatan, Sako, dan Sukajaya.

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumatera Selatan Jafrizal mengatakan berdasarkan pengecekan tim sapi yang terpapar PMK itu ditemukan hampir tersebar secara merata ke seluruh peternakan sapi yang ada di Palembang.

“Ya itu kondisi yang kami temukan selama satu pekan terakhir ini, (ribuan sapi) terpapar PMK karena sudah hampir merata di seluruh wilayah peternakan sapi di Kota Palembang,” kata dia.

Ia menjelaskan banyaknya sapi yang terpapar itu dipengaruhi oleh ketidaktelitian para peternak dalam mendatangkan dari luar daerah dan longgarnya pembatasan lalu lintas angkutan ternak.

Baca Juga:Prakiraan Cuaca 8 Juni 2022, Sumsel Cerah Berawan hingga Dini Hari

Sapi para peternak yang didatangkan itu rata-rata berasal dari daerah dalam kondisi tingkat paparan PMK-nya sedang tinggi termasuk di antaranya Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komering Ulu (OKU).

Padahal, kata dia, para peternak sudah diimbau untuk memperketat pengecekan kesehatan sapi yang mereka pesan bahkan diwajibkan untuk tidak mendatangkan sapi dari luar daerah, bila tidak dilengkapi surat tanda sehat hasil pemeriksaan medis kedokteran.

“Jadi inilah dampaknya, kalau masih ada yang memasukkan sapi diam-diam, misal dari Tanjung Raja, Ogan Ilir, yang tingkat paparannya tinggi. Sebab PMK inikan virus jadi bila satu saja sapi terjangkit maka akan cepat menyebar bahkan di radius 3 kilometer,” imbuhnya.

Melihat kondisi paparan yang cepat dan masif itu  tim dokter hewan di lapangan butuh dorongan dari semua pihak terkait untuk menyediakan obat-obatan dan optimalisasi pembatasan mobilitas angkutan hewan ternak.

“Kami dokter hewan yang tergabung dari dinas peternakan provinsi dan kota ini jumlahnya terbatas, stok obat-obatan untuk hewan saat ini tidak ada, dan minim sekali pengawasan mobilitas hewan,” kata dia.

Baca Juga:12 Anak di Sumsel Terluka, Atraksi Motor Tong Setan Ditutup Polisi

Kebutuhan tim dokter di lapangan tersebut bisa direspons cepat supaya tidak terjadi kondisi yang fatal yakni kematian sapi secara massal, lalu berpengaruh pada jumlah kurangnya pasokan sapi untuk Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah pada bulan Juli.

 Ketua Koperasi Peternak Sapi Usaha Lestari Palembang, Yani mengatakan pihaknya mencatat secara keseluruhan berdasarkan data yang dihimpun dari para peternak ada sekitar 1.500 sapi yang terpapar PMK.

“Jumlah keseluruhannya ada sekitar 1.500 sapi, khusus untuk di Sukajaya mulai dari Sukawinatan, Suak Bato, Ponorogo, hingga Talang Jering, ada 150 sapi terpapar PMK,” kata dia.

Melansir ANTARA, dia menjelaskan sebanyak 150 ekor itu terdiri dari jenis sapi biasa, sapi bali, dan sapi limosin yang disiapkan untuk hewan kurban.

“Termasuk di dalamnya ada sebanyak 60 ekor sapi bali dan limosin milik saya juga terpapar PMK karena tertular dari sapi peternak lain di Sukajaya,” kata dia,  sapi-sapi itu hanya ditanggulangi secara sederhana oleh peternak di bawah bimbingan dokter hewan.

Penanggulangan tersebut mulai dari memberikan ramuan herbal, menjaga kebersihan kandang dengan desinfektan, hingga memberikan obat seperti paracetamol dan amoxilin yang notabene bukan untuk hewan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak