Ketua Koperasi Peternak Sapi Usaha Lestari Palembang, Yani mengatakan pihaknya mencatat secara keseluruhan berdasarkan data yang dihimpun dari para peternak ada sekitar 1.500 sapi yang terpapar PMK.
“Jumlah keseluruhannya ada sekitar 1.500 sapi, khusus untuk di Sukajaya mulai dari Sukawinatan, Suak Bato, Ponorogo, hingga Talang Jering, ada 150 sapi terpapar PMK,” kata dia.
Melansir ANTARA, dia menjelaskan sebanyak 150 ekor itu terdiri dari jenis sapi biasa, sapi bali, dan sapi limosin yang disiapkan untuk hewan kurban.
“Termasuk di dalamnya ada sebanyak 60 ekor sapi bali dan limosin milik saya juga terpapar PMK karena tertular dari sapi peternak lain di Sukajaya,” kata dia, sapi-sapi itu hanya ditanggulangi secara sederhana oleh peternak di bawah bimbingan dokter hewan.
Baca Juga:Prakiraan Cuaca 8 Juni 2022, Sumsel Cerah Berawan hingga Dini Hari
Penanggulangan tersebut mulai dari memberikan ramuan herbal, menjaga kebersihan kandang dengan desinfektan, hingga memberikan obat seperti paracetamol dan amoxilin yang notabene bukan untuk hewan.
“Karena di Sumsel tidak ada stok obat untuk mengobati PMK ini jadi kami terpaksa memberi obat manusia, sebagai alternatif yang ditawarkan dokter. Tolong pemerintah serius atasi kondisi ini sebab kami khawatir tidak bisa memasok sapi saat Idul Adha nanti,” tandasnya.