"Selama pertemuan untuk membahas peleburan antara perkumpulan itu dengan organisasi yang kami bentuk. Kami mengalami cacian, katakata kasar, bahkan pemukulan kepada anggota perempuan dan laki-laki kami," ujarnya.
Korban pun berharap agar cerita ini tersebar dan mahasiswa baru angkatan tahun ini, bisa menghindarinya.
"Saya harap cerita ini cepat tersebar agar mahasiswa baru angkatan 2022 atau mahasiswa baru angkatan 2020 dan 2021 yang belum pernah ke kampus bisa menghindarinya. Perlu digarisbawahi bersama bahwa mahasiswa batak bukan hanya berasal dari perkumpulan itu saja," sambung korban.
"Masih banyak mahasiswa batak lain yang tidak tergabung namun berperan aktif dalam membanggakan nama baik unsri. Cerita ini untuk menyadarkan mahasiswa, mahasiswa baru, maupun calon mahasiswa bersuku Batak agar tidak bergabung dengan perkumpulan tersebut," tutup tulisannya.
Baca Juga:Bersama Alex Noerdin, Mantan Ketua KONI Sumsel Muddai Madang Dituntut 20 Tahun Penjara
Kepada Suara.com, korban pun berharap agar pihak berwenang juga menyusut hal ini. "Saya pernah coba laporkan hal ini ke kampus, namun sifatnya mereka hanya preventif / pencegahan. Padahal bisa lebih menyusut. Sejak saya speak up di media sosial, saya pun kini terima ancaman baik dari akun fake ataupun yang saya tahu orangnya," ujar dia.
Dia pun mengungkapkan motif menceritakan kisah ini karena masih ada mahasiswa Batak yang memiliki akal sehat dan menghindari perploncoan seperti demikian.