Saat Pandemi COVID-19, Permintaan Buah Kurma Meningkat

Selama pandemi COVID-19 permintaan buah kurma di dalam negeri turut meningkat.

Tasmalinda
Sabtu, 19 Februari 2022 | 06:50 WIB
Saat Pandemi COVID-19, Permintaan Buah Kurma Meningkat
Permintaan buah kurma meningkat selama pandemi COVID-19.[shutterstock]

SuaraSumsel.id - Permintaan buah kurma di tanah air biasanya meningkat pesat menjelang atau pada saat Ramadan maupun Idul Fitri. Umumnya, umat Islam memanfaatkan guna memenuhi kebutuhan nutrisi selama berpuasa.

Selama pandemi COVID-19 permintaan buah kurma di dalam negeri turut meningkat, tak hanya selama bulan Ramadan maupun Hari Raya Idul Fitri tetapi juga pada hari-hari biasa.

CEO of Insight First Asia, Marketing Strategist Company of Kurma Hijra Marlina Iryatie mengatakan, kurma merupakan salah satu super food atau makanan yang memiliki kandungan nutrisi serta gizi yang tinggi.

"Saat pandemi masyarakat banyak mencari super food, sehingga peluang permintaan kurma ini sangat besar hingga saat ini," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Baca Juga:Prakiraan Cuaca 18 Februari 2022: 5 Wilayah di Sumsel Ini Panas Terik, Bersuhu 32 Derajat

Tidak sedikit orang yang menyadari segudang manfaat kurma. Antioksidan yang tinggi dalam kurma mampu melindungi sel-sel dari radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.

"Selain itu, kurma juga mengandung gizi yang cukup lengkap sebagai sumber energi dan karbohidrat," paparnya.

Pihaknya siap mendongkrak pemasaran kurma Hijra tidak saja pada bulan Ramadan maupun Idul Fitri namun juga di bulan-bulan lain dengan berbagai strategi.

Pada saat bulan Ramadan maupun Idul Fitri, masyarakat mengkonsumsi kurma dalam bentuk buah, tambahnya, sedangkan untuk di luar dua momen tersebut buah kurma dapat dimanfaatkan dalam bentuk coklat kurma, cake kurma, teh kurma ataupun sari kurma.

"Oleh karena itu kami akan mendorong konsumsi kurma setiap hari," ujar Marlina.

Baca Juga:400 Warga Sumsel dan Babel Ikuti Program Ungkap Kewajiban Pajak Sukarela, Terhimpun Rp4,4 Miliar

"Setiap tahun kami mengimpor kurma dari Tunisia sebanyak 50 kontainer. Kebutuhan kurma di Indonesia masih sangat tinggi," katanya tanpa menyebutkan volumenya kurma setiap kontener. (ANTARA)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini