Harga Cabai Rawit di Palembang Naik Dua Kali Lipat

Harga normal cabai rawit di pasar tradisional Palembang tadinya hanya Rp25.000-Rp30.000 per kilogram

Wakos Reza Gautama
Sabtu, 08 Januari 2022 | 11:32 WIB
Harga Cabai Rawit di Palembang Naik Dua Kali Lipat
Ilustrasi cabai rawit. Harga cabai rawit di Palembang naik dua kali lipat. [ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman]

SuaraSumsel.id - Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Palembang, Sumatera Selatan, mengalami kenaikan. Kenaikan ini cukup tajam hingga 100 persen lebih.

Harga normal cabai rawit di pasar tradisional Palembang tadinya hanya Rp25.000-Rp30.000 per kilogram. Kini naik dua kali lipat menjadi Rp64.000-Rp65.000 per kilogram, Sabtu (8/1/2022).

Kenaikan harga ini sudah terjadi sejak satu pekan menjelang akhir tahun, bahkan sempat berada pada kisaran Rp70.000 per kilogram.

"Ini sudah turun jadi Rp60.000 per kilogram, sebelumnya malah Rp70.000 per kilogram," kata Tuti, pedagang cabai di Pasar Perumnas Palembang dikutip dari ANTARA.

Baca Juga:Tunggakan Pelanggan Mencapai Rp 5 Miliar, PDAM Tirta Raja akan Putus Sambungan Air Bersih

Namun, kenaikan harga ini tidak terjadi pada cabai merah yang terpantau masih Rp20.000 per kilogram (kualitas sedang), cabai merah keriting Rp25.000 per kilogram dan cabai burung Rp12.000 per kilogram.

Sholeh, pedagang cabai di Pasar Lemabang mengatakan lantaran tingginya harga cabai rawit itu maka sebagian ibu-ibu beralih ke cabai burung yang harganya lebih murah.

"Biar lebih berhemat," kata Sholeh.

Komoditas cabai rawit menjadi salah satu kebutuhan di Palembang karena menjadi bahan pokok untuk pembuatan cuka pempek, pangan khas daerah. Cabai rawit ini akan dicampur dengan bawang putih, asam jawa, gula merah, garam dan air untuk dibuat menjadi cuka pempek.

Sedangkan, untuk harga bawang merah dan bawang putih terpantau masih relatif stabil di Palembang di kisaran Rp24.000 per kilogram.

Baca Juga:Terapkan Prinsip Restorative Justice, Kejari OKU Hentikan Penuntutan 4 Perkara

Sementara itu, Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Selatan Hari Widodo mengatakan kenaikan harga cabai rawit itu disebabkan berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi pertanian seperti Pagaralam dan Ogan Ilir.

"Ini karena dipengaruhi kondisi curah hujan yang tinggi di daerah produksi, sehingga produksi cabai rawit menjadi menurun," kata Kepala Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan ini.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Antara, Sabtu (8/1/2022), sejumlah kebutuhan pokok penting masih tinggi seperti minyak goreng kemasan merek Fortune mencapai Rp18.500 per liter, telur ayam Rp23.000 per kilogram, dan daging ayam ras Rp36.000 per kilogram.

Beras medium Rp11.000 per kilogram, kacang merah Rp22.000 per kilogram, kacang tanah Rp28.000 per kilogram, kacang hijau Rp22.000 per kilogram, gula pasir Rp13.000 per kilogram dan daging sapi Rp140.000 per kilogram. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak