6 Fakta Jembatan Ampera Diresmikan, Tak Dihadiri Letjen Ahmad Yani

Berikut fakta-fakta dalam peresmian Jembatan Ampera yang sempat dikaitkan dengan G30S/PKI.

Tasmalinda
Jum'at, 01 Oktober 2021 | 11:10 WIB
6 Fakta Jembatan Ampera Diresmikan, Tak Dihadiri Letjen Ahmad Yani
6 Fakta Jembatan Ampera [Fitria/Suara.com]

Dalam tulisan koran itupun juga tidak disebut nama Letjen Jendral atau Letjand Ahmad Yani sebagai yang meresmikan Jembatan Ampera.

Peresmian ini ditulis sebagai pembawa semangat kepahlawanan bangsa yang diharapkan menjadi simbol pemersatu bangsa.

Kehadiran jembatan ini menjadi pemersatu seluruh jiwa masyarakat Indonesia, terkhusus di Palembang guna mengurangi dikotomi seberang ilir dan seberang ulu.

4. Pesan Pemersatu

Baca Juga:Palembang Diguyur Hujan, Berikut Daerah di Sumsel Diprakirakan Hujan Hari Ini

Gubernur Abujazid Bastomi mengatakan jika rakyat Sumatera Selatan telah menerima hadiah di hari Pahlawan, dari seorang Bung Karno.

Menurut Gubernur, hadiah tersebut berupa jembatan yang megah di jantung kota Palembang dan menjadi kebanggan masyarakat Palembang pada khususnya dan Sumatera Selatan pada umumnya.

Jembatan Musi yang megah tersebut, sebagai pernyataan terima kasih, kepada Paduka Jang Mulia (PJM), Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, dan Pemimpin besar revolusii diberi nama Djambatan Bung Karno,” tulisan di buku tersebut.

Pemberian nama tersebut sudah terlebih dahulu dibahas dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gotong Royong (DPRD GR) Sumatera Selatan secara aklamasi.

Jembatan Ampera Palembang. (Shutterstock)
Jembatan Ampera Palembang. (Shutterstock)

5. Sempat Disebut Jembatan Soekarno

Baca Juga:Dua Mantan Wagub Sumsel Diperiksa Kasus Korupsi Alex Noerdin

Sidang memutuskan menamai Jembatan Musi itu dengan Djemabtan Soekarno atau Jembatan Soekarno.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini