Bisa-bisa, penarikkan uang Rp 2 triliun tersebut mengakibatkan bank mengurangi asetnya dalam jumlah yang besar.
"Apalagi jika dana itu berada di bank Singapura yang secara tidak langsung juga berpengaruh pada ekonominya. Kalau uang tersebut ada dalam satu bank di Singapore dan diambil pasti akan mengganggu perekonomian negara itu.” kata ia.
Sementara itu, menanggapi Bilyet Giro dari media sosial pengamat ekonomi tersebut membenarkan bentuk Bilyet Giro demikian.
Namun ia tidak bisa membenarkan atau menyalahkan Bilyet Giro atas nama Heriyanti, anak bungsu Akidi Tio.
Baca Juga:Kecerobohan Irjen Eko Indra, Kapolda Sumsel yang Kena Prank Donasi Rp 2 Trilyun
“Bilyet giro itu tidak bisa dipastikan kebenarannya apalagi dari sosial media dan tidak dipegang langsung. Kalau cuma gambar kan mudah di manipulasi dan diedit,” pungkasnya..